51动漫

51动漫 Official Website

Perbandingan Tingkat Keberhasilan Estrus dan Kehamilan antara Tusukan Laser dan Spons Progesteron Intra Vagina pada Sapi Bali

Ilustrasi oleh Dunia Sapi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode penentuan model laser dan spons progesteron intra vaginal pada Sapi Bali.Penelitian ini dilakukan di Sapi Loka Grati, Pasuruan, Indonesia.Parameter yang diamati meliputi gejala estrus, respon estrus, dan tingkat kebuntingan.Dua puluh ekor sapi Bali dibagi secara acak menjadi dua kelompok. P1 diobati dengan tusukan laser pada titik tertentu dan P2 diobati dengan 1,5 g progesteron + 10 mg estradiol benzoat spons intra vagina. Diagnosis kebuntingan berikutnya dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi pada hari ke 40 setelah inseminasi buatan (AI). Laser yang digunakan dalam penelitian ini adalah  soft laser  dengan spesifikasi catu daya sebagai berikut: 50 Hz, 220 Volt, 50 Watt, berkisar antara 0,2 Joule sampai 0,5 Joule. Laser ini termasuk laser semikonduktor dan probe laser.Tiga titik akupunktur digunakan (GV 4, BL-22, dan GV-2).Selanjutnya spons progesteron intra vagina yang digunakan terbuat dari plastik silikon mirip dengan obat yang mengandung medroksiprogesteron asetat.Pengujian data dilakukan dengan menggunakan uji-T.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon P1 estrus muncul pada hari ke-3, sedangkan P2 pada hari ke-9.

Tidak ada perbedaan yang signifikan (p> 0,05) pada akumulasi estrus dan kebuntingan. Kesimpulannya, sinkronisasi estrus dan angka kebuntingan dapat dicapai secara efisien pada sapi Bali dengan menggunakan laser atau spons progesteron intra vaginal. Namun,  tembakanlaser menyebabkan penyebaran estrus lebih banyak dengan tingkat kebuntingan yang lebih tinggi.Sapi Bali merupakan salah satu ternak penghasil daging sapi di Indonesia, namun produksi daging sapi Bali dalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan karena jumlah populasinya dan tingkat produktivitas yang rendah. Berbagai cara dilakukan agar produktivitas ternak dapat dimaksimalkan, antara lain melalui perbaikan manajemen dan kualitas pakan atau dengan memanfaatkan teknologi. Rendahnya populasi sapi Bali antara lain disebabkan rendahnya tingkat reproduksi.

Untuk reproduktifitas yang lebih baik, induksi estrus merupakan salah satu cara penting yang harus dilakukan. Induksi erus biasanya dilakukan dengan metode hormonal, seperti aplikasi PGF2伪, namun kerugiannya relatif mahal2.Teknologi tusukan laser telah terbukti menyebabkan estrus dengan keberhasilan yang bervariasi pada hewan Iradiasi titik akupuntur dengan menggunakan laser tingkat rendah memberikan cara stimulasi titik akupuntur yang relatif aman, non-invasif dan efisien. Respon dan tanda-tanda estrus ternyata dapat diperbaiki setelah dilakukan prosedur laser punkture, sehingga dapat meningkatkan angka kehamilan7,8. Pemberian laser pada sapi bali memberikan respon terhadap estrus 90%, dan dari inseminasi didapatkan angka kebuntingan 80%.

Terjadinya konsepsi dalam perkawinan menunjukkan bahwa estrus yang terjadi dengan stimulasi tusukan laser diikuti oleh ovulasi3.Dalam penelitian ini, tembakkan laser telah dilaporkan dapat menghasilkan tingkat keberhasilan estrus dan kebuntingan dengan spons intra vaginal progesteron pada sapi Bali.Bahan dan metodeSebanyak 20 ekor sapi Bali tidak bunting berumur 2-3 tahun asal sapi Grati Pasuruan Indonesia digunakan dalam penelitian ini. Tubuh mereka dinilai minimal 2 BCS dari 5 kelas.Seluruh sapi dipastikan memiliki siklus estrus normal yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok. P1 diberi tusukan laser dan P2 diberikan progesteron (1,5 g) dan estradiol benzoat (10 g) spons intra vagina.P1  ditembak menggunakan  laser..(a) GV 4,di sepanjang garis tengah punggung di ruang intervertebralis antara L2 dan L3 (untuk menghilangkan Qi / stagnasi darah); (b) BL-22, pada ruang intervertebralis lumbal pertama (L1-L2); dan (c) GV-2, di garis tengah, dalam depresi di ruang tulang belakang tulang ekor pertama (C1-C2) 9.

Laser diaplikasikan pada setiap titik akupuntur 0,2 sampai 0,5 Joule dilakukan secara berurutan selama 3 menit / hari selama 3 hari. Pengamatan tanda estrus dilakukan pada hari ke-3 dan ke-4.P2 menggunakan spons intra vaginal dengan desain plastik (Pro Sponge progesterone) soft release yang mengandung progesteron untuk induksi estrus pada sapi. Itu adalah prototipe kapsul spons besar dan memiliki plastik berbentuk T di atasnya dengan benang nilon sebagai penarik saat ekstraksi (panjang 卤 15 cm dan lebar 8 cm) pada bagian ekor. PGF2伪 direkomendasikan untuk digunakan setelah 7 hari disimpan dan dikeluarkan dari vagina pada hari ke 7 untuk memastikan sinkronisasi estrus10. Terjadinya estrus diamati dan hewan yang menunjukkan estrus diinseminasi secara artifisial dengan sperma segar dan keberadaan kehamilan dicatat.

Pemeriksaan untuk mengetahui kehamilan dievaluasi 40 hari setelah inseminasi buatan (AI) menggunakan pemeriksaan ultrasonografi. Data yang disajikan sebagai kesalahan standar mean dari mean dan dibandingkan dengan menggunakan Student’s T-Test. Mereka dianggap berbeda secara signifikan jika p <0,05.HasilTanda EstrusSecara fisik kejadian estrus hampir mirip dengan gejala estrus akibat kawin alami, ditandai dengan pembengkakan pada vulva dan kemerahan dengan lendir transparan disertai munculnya kelenjar bartholin.Namun, warna vulva yang lebih merah dengan lendir yang lebih transparan dari pada estrus normal membuat lebih mudah untuk dideteksi.Tanggapan EstrusTidak ada perbedaan yang signifikan (p> 0,05) antara kelompok perlakuan dalam tanda estrus setelah perlakuan (Tabel I). Semua sapi (100%) dari laser pungsi dan 90% dari sponge intra vaginal progesterone telah menunjukkan estrus.Interval estrus adalah 3-6 hari untuk sapi yang diobati dengan tusukan laser dan 9-10 hari untuk sapi yang diobati dengan spons intra vagina progesteron, masing-masing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 ekor sapi yang dirawat dengan laser puncture yang mengalami estrus terdapat 5 ekor sapi (50%) yang mengalami estrus pada hari ke-3; 3 ekor sapi (30%) estrus pada hari ke-4 dan 2 ekor lainnya (20%) estrus pada hari ke-6. Sedangkan dari 9 ekor sapi yang diberi progesteron intra vaginal sponge yang mengalami estrus terdapat 7 ekor sapi yang mengalami estrus pada hari ke-9, sedangkan pada hari ke-9 terdapat 2 ekor sapi yang mengalami estrus. pada hari ke 10. Teknologi tusukan laser membutuhkan interval 3 sampai 6 hari setelah perawatan laser dan paling lama 3 hari.Artinya, teknologi laser puncture untuk sinkronisasi estrus memberikan respon yang lebih cepat dibandingkan dengan progesterone intra vaginal sponge.Respon sinkronis sapi dalam penelitian ini serupa dengan yang dilaporkan oleh orang lain. Adikara (1995) memperoleh tingkat keberhasilan estrus sebesar 95% untuk pengobatan tanpa melihat fase estrus dan 100% untuk pengobatan pada fase luteal. Setelah 24 jam terakhir penembakan laser tusukan, gejala estrus dan pemeriksaan hormonal menunjukkan adanya peningkatan hormon reproduksi11. Herdis (2011) menunjukkan respon estrus terhadap perawatan laser pungsi mencapai 100% saat diinduksi ke fase luteal domba betina, dan 95% saat diinduksi ke siklus estrus yang tidak diketahui dengan cara durasi estrus 27 jam.Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan uji-T (p> 0,05) pada angka kebuntingan. Pada 40 hari setelah inseminasi buatan, 100% dan 90% sapi yang dilakukan dengan  laser dan sapi yang diobati dengan spons intra vagina progesteron telah bunting. Hasil ini menunjukkan angka kebuntingan sapi estrus sangat tinggi, mengacu pada standar minimal keberhasilan inseminasi buatan menurut Direktorat Jenderal Peternakan untuk luas wilayah ternak yaitu 55% 12,13. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan embrio hiperekogenik dan tanduk uterus hipoekogenic.DiskusiMekanisme stimulasi titik-titik akupunktur ke organ target berkaitan erat dengan titik akupunktur sebagai sel listrik aktif dan meridian akupunktur.

Menurut Adikara (2001), kerangka titik akupunktur dan meridian akupunktur sesuai dengan filosofi TAO yang mengungkapkan keseimbangan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Teori yang mendukung hal tersebut adalah adanya hubungan antar sel melalui jembatan sel (interselular bridge) yang dapat dilalui oleh material / protein dengan berat molekul tertentu. Karena hubungan tersebut diprakarsai oleh sel-sel yang aktif, maka jika terjadi suatu rangsangan akan menimbulkan reaksi munculnya aktivitas sel berupa: perubahan polarisasi, muatan listrik, terjadinya masuknya ion-ion yang merangsang rRNA dan aktivasi mRNA untuk melakukan protein perpaduan. Stimulus tersebut akan dikomunikasikan secara spesifik oleh sel lain yang sejenis (bersifat aktif) sehingga merupakan aktivitas antara ekstra dan intra sel menuju organ. Organ terkait akan dirangsang untuk menjalankan fungsi dinamis dan fisiologis dengan kapasitas yang optimal.

Perpindahan rangsangan dan materi melalui jalur seluler spesifik ini merupakan perubahan energi dinamis yang mengarah pada keseimbangan tubuh makhluk itu.Keakuratan terjadinya estrus dan kebuntingan tidak lepas dari keahlian masing-masing peneliti. Energi laser yang jatuh pada jaringan hidup akan memberikan reaksi biologis yang bergantung pada jenis jaringan, kondisi jaringan dan besarnya energi laser, dapat memberikan efek destruktif, penghambatan atau stimulasi. Sedangkan energi yang dihasilkan oleh laser lembut He-Ne atau laser level rendah merupakan efek biostimulator yang bertujuan untuk merangsang estrus pada ternak agar fungsi reproduksinya dapat berlangsung dengan baik dan normal. Dengan menggunakan sinkronisasi estrus (baik laser puncture atau sponge intravaginal progesterone) sapi akan dikembangbiakkan dalam waktu singkat, dan beranak berikutnya juga akan berlangsung dalam periode waktu yang singkat. Ini akan memungkinkan produsen untuk merencanakan input tenaga kerja dan sumber dan pakan.. Manfaat lain dari sinkronisasi estrus adalah memungkinkan produsen untuk memanfaatkan teknik pemuliaan lanjutan lainnya seperti inseminasi buatan.

Pada sapi, sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan (AI) dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi reproduksi sapi dengan memasukkan genetika unggul ke dalam operasinya.KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian, sapi Bali dapat disinkronisasi menggunakan salah satu dari dua metode yang dijelaskan, dengan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat keberhasilan estrus dan tingkat kebuntingan. Namun, sapi yang disinkronkan dengan tusukan laser memiliki interval yang lebih pendek terhadap estrus daripada sapi yang disinkronkan dengan spons progesteron intravaginal.

Penulis: R. Tatang Santanu Adikara1, Herry Agoes Hermadi2*, Warsito Sunaryo Hadi3, Lita Rakhma Yustinasari4

Judul Artikel :Comparison of Success Rate of Estrus and Pregnancy between Laser Puncture and Intra Vaginal Progesterone Sponge in Bali Cattle

Link 

AKSES CEPAT