51动漫

51动漫 Official Website

Perbedaan Morfologi dan Molekuler Ikan Kerapu Epinephelus Areolatus dari Indonesia dengan Saudi Arabia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kerapu (subfamili Epinephelinae) merupakan salah satu kelompok ikan terbesar yang ada di laut. Kerapu terdiri dari 15 genera dan lebih dari 159 spesies yang telah dilaporkan. Ada banyak tantangan dalam mengidentifikasi spesies kerapu. Hal ini disebabkan spesies pada kerapu dinilai sebagai kriptik (cryptic specification). Spesifikasi kriptik adalah spesies yang sulit dibedakan secara morfologis karena memiliki karakteristik yang sangat mirip antara satu ikan dengan yang lain. Hal ini menyebabkan kebingungan dalam mengidentifikasi spesies pada ikan kerapu. Kesalahan identifikasi spesies kerapu sering terjadi tidak hanya oleh penduduk setempat atau warga tetapi juga oleh para ilmuwan. Kode batang DNA (DNA barcoding), identifikasi secara molekuler, merupakan salah satu metode terbaru yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ikan secara lebih akurat daripada metode morfologis. Sampel penelitian ini diambil dari Arab Saudi dan Indonesia. Perbedaan lingkungan hidup dapat menyebabkan ikan dari spesies yang sama memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini juga membandingkan informasi morfologis dan molekuler ikan kerapu Epinephelus areolatus dari Arab Saudi dan Indonesia.

Metode dan Hasil                                            

Metode yang digunakan dalam penelitian ini identifikasi secara morfologi dan molekuler. Identifikasi morfologi dilakukan dengan mengamati karakter morfometrik dan meristic apda ikan sementara molekuler dengan menggunakan  COI (Cytochrome C Oxidase Subunit I) gen. hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi, sampel ikan kerapu dari Arab Saudi adalah sebagai berikut: dorsal fin X-XI/12-15; anal fins II-III/8-9; pectoral fins 13-15; pelvic fin I-5; lateral line scales  48-53; vertebrae  24. Sementara itu, hasil meristik ikan kerapu Indonesia adalah sebagai berikut: dorsal fins X-XI/15-17; anal fins II-III/8; pectoral fins 16-19;  pelvic  fin  I-5;  lateral  line  scales  48-53;  vertebrae  24. Perbedaan morfologi antara E. areolatus dari Arab Saudi dan Indonesia adalah bintik-bintiknya dan sirip ekor. Pada E. areolatus dari Saudi Arabia memiliki bitnik-bintik lebih kecil namun banyak dengan ujung ekor yang lebih runcing sementara E. areolatus dari Indonesia memiliki bitnik yang lebih jarang namun lebih besar, dengan ujung ekor yang tidak runcing. Hasil molekular pada E. areolatus menunjukkan clade yang berbeda. Sampel dari Arab Saudi termasuk dalam clade Samudra Hindia Barat sementara Indonesia termasuk dalam clade Pasifik Barat. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan morfologi dan molekular antara E. areolatus dari Yanbu (Arab Saudi) dan Lamongan (Indonesia). Data gen COI pada penelitian ini juga telah dilaporkan ke NCBI/National  Center  for  Biotechnology Information) (nomor akses PP388919.1 untuk Indonesia dan PP388920.1 untuk Arab Saudi).

Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc., Ph.D

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Santanumurti, M. B., Suciyono, S., Syaifurrisal, A., Adiputra, Y. T., & El-Regal, M. A. A. (2024). Morphological and Molecular Comparison of Areolate Grouper (Epinephelus areolatus) from Saudi Arabia and Indonesia. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 16(2), 193-209.

AKSES CEPAT