51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Perdana di Indonesia, FPK jadi Tuan Rumah Lokakarya Asian Fish Welfare Network

Sambutan oleh Wakil Dekan III Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR, Annur Ahadi Abdillah SPi MSi PhD pada Asian Fish Welfare Network Project - Improving Farmed Fish Welfare in Asia, Selasa (21/4/2026) (Foto: Afif Hidayat)

UNAIR NEWS “ Fakultas Perikanan dan Kelautan () 51¶¯Âþ (UNAIR) berkolaborasi dengan Institut Akuakultur University of Stirling dan Politeknik AUP Jakarta sukses menyelenggarakan lokakarya Asian Fish Welfare Network Project-Improving Farmed Fish Welfare in Asia. Acara berskala internasional tersebut terselenggara pada Selasa (21/4/2026) bertempat di Gedung FPK, Kampus MERR-C.

Mengusung tema besar Fish Welfare for Farmer Welfare, kegiatan tersebut bertujuan mengintegrasikan aspek penelitian, pendidikan, dan penyuluhan untuk meningkatkan praktik kesejahteraan ikan budidaya di Asia Tenggara. Proyek tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Coefficient Giving dan melibatkan tiga negara produsen akuakultur utama. Yakni Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Tujuannya adalah guna mencari solusi praktis demi kesejahteraan hewan air, manusia, dan ekosistem.

Kali Pertama

Wakil Dekan III FPK UNAIR, Annur Ahadi Abdillah SPi MSi PhD menyampaikan apresiasi mendalam atas terpilihnya FPK sebagai tuan rumah pendamping dalam lokakarya internasional ini. Ia menyambut hangat kedatangan para delegasi ahli serta perwakilan dari berbagai institusi yang berpartisipasi.

FPK, Institut Akuakultur University of Stirling, dan Politeknik AUP Jakarta sukses menyelenggarakan lokakarya Asian Fish Welfare Network Project – Improving Farmed Fish Welfare in Asia (Foto: Afif Hidayat)

“Tahun ini merupakan momentum istimewa karena merupakan kali perdana bagi Indonesia untuk menyelenggarakan lokakarya Asian Fish Welfare Network di Surabaya. Sebelumnya, inisiatif serupa telah sukses dilaksanakan di Vietnam dan Thailand,” ungkapnya.

Ia mewakili pihak fakultas juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh University of Stirling. Pihaknya berharap seluruh rangkaian agenda dan pemaparan materi dari para ahli dapat tersampaikan dengan lancar serta mampu membawa pemahaman baru yang aplikatif bagi kemajuan sektor perikanan nasional.

Turut memberikan sambutan Prof Dr Ir I Nyoman Suyasa MS dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta. Ia menyambut secara khusus tim proyek dari University of Stirling yang hadir, yakni Prof Dave Little, Dr Simao Zacarias, serta Tanya Kay. Dalam sambutannya, ia menekankan esensi dari tema lokakarya yang menghubungkan kesejahteraan hewan dengan keberhasilan ekonomi.

Sambutan oleh Prof Dr Ir I Nyoman Suyasa MS dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta pada acara Asian Fish Welfare Network Project – Improving Farmed Fish Welfare in Asia, Selasa (21/4/2026) (Foto: Afif Hidayat)

Menurutnya, peningkatan standar kesejahteraan hewan secara langsung akan berkontribusi pada hasil produksi yang lebih berkualitas, produktivitas tinggi, serta keberlanjutan industri dalam jangka panjang. “Kesejahteraan ikan yang baik berarti bisnis yang lebih baik. Pesan pentingnya adalah kesejahteraan ikan bukan sekadar tanggung jawab etis, melainkan sebuah investasi strategis,” tegas Prof Nyoman.

Bagi Indonesia yang berstatus sebagai salah satu produsen akuakultur global, pengintegrasian prinsip-prinsip kesejahteraan di seluruh rantai nilai merupakan langkah krusial. “Kami berharap lokakarya ini akan berfungsi sebagai wadah untuk diskusi yang bermakna, membangun kolaborasi baru, dan melahirkan solusi praktis yang dapat memperkuat stabilitas serta keberlanjutan akuakultur di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT