51动漫

51动漫 Official Website

Perdana! Mahasiswa MKSB Angkat Isu Mobilitas dan Perbatasan melalui Karya Riset

Dosen pengampu berfoto bersama seluruh mahasiswa MKSB peserta pameran
Dosen pengampu berfoto bersama seluruh mahasiswa MKSB peserta pameran (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Fakultas Ilmu Budaya () 51动漫 (UNAIR) menggelar pameran bertajuk 淢enjauhi Rumah, Mendekati Rumah. Berlangsung pada Selasa (2/12/2025) di Selasar Ruang Ternate ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B, pameran tersebut merupakan bagian dari ujian akhir semester. Khususnya dalam mata kuliah Kajian Mobilitas dan Kajian Perbatasan, Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB).

Lina Puryanti PhD selaku dosen pengampu menjelaskan bahwa pameran 淢enjauhi Rumah, Mendekati Rumah menjadi pemantik agar mahasiswa tidak hanya mengolah data riset. Melainkan juga menghadirkan refleksi tentang perubahan budaya dalam kehidupan modern. Ia berharap pameran tersebut bisa menjadi percontohan luaran riset yang bisa menarik minat masyarakat umum.

淪ebagai manusia, kita sering bepergian meninggalkan rumah. Tapi selalu ada momen untuk kembali. Riset mahasiswa selalu menyimpan cerita perjalanan yang menarik, apalagi kalau hasil risetnya berupa pameran semacam ini,” ujarnya.

Ketua Koordinator Pameran sekaligus Ketua HIMA MKSB UNAIR, Ilham Baskoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program yang pertama kali terselenggara. 淧rogram ini hadir sebagai ajang eksperimen ruang kreativitas mahasiswa dalam mempresentasikan hasil riset mereka berbentuk karya visual dan instalasi, katanya.

Dosen Pengampu, Lina Puryanti (tengah) berfoto bersama mahasiswa MKSB peserta pameran berfoto di booth Klepon/Dango (Foto: Dok. PribadI)

Empat booth mahasiswa magister Kajian Sastra dan Budaya FIB tampil menonjol melalui pendekatan yang berbeda. Booth 淏ubur Madura, Checkout! karya Dhita Tiara, Rifqi Ramzi, dan Aluwiyya Najib menampilkan semangkuk bubur Madura dalam kemasan ala marketplace. Lengkap dengan katalog foto dan kondimen warna-warni. Karya ini menyoroti mobilitas kuliner Madura serta bagaimana identitas dapat bergeser ketika makanan tradisional dibingkai sebagai komoditas daring.

Booth 淪trava: Titik Baru Evolusi Bipedalisme oleh Salsa Sukma, Nanda Alifya Rahmah, dan Betharia Noor menampilkan arsip rute berlari, botol berisi foto kaki, hingga kemasan energy gel. Instalasi ini mengkritisi bagaimana aplikasi lari membentuk cara baru membaca tubuh, dari pengalaman fisik menjadi data yang terus dipantau.

Booth 淜lepon/Dango: Segigit Bodily Memory karya Theresia Christine, Nathania, dan Catur Ratna menghadirkan dua kudapan berupa klepon dan dango dalam rupa seragam. Pengunjung diajak menebak dan menggali ingatan rasa melalui pameran scrapbook sejarah dan miniatur budaya. Karya ini menyoroti bagaimana memori tubuh bekerja ketika identitas visual dua makanan dibuat serupa.

Sementara itu, booth 淒akon: dari Waktu ke Waktu oleh Tiara Indahputri, Rani Wirya Putri, dan Rida Khumaida menghadirkan dakon kayu tradisional berdampingan dengan versi digital dalam tablet. Pengunjung dapat mencoba keduanya untuk merasakan perbedaan pengalaman bermain. Karya ini menekankan perubahan cara manusia berinteraksi dengan permainan lintas generasi.

Penulis: Tim Reporter MKSB UNAIR

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT