51动漫

51动漫 Official Website

Perilaku Konsumtif Perempuan untuk Produk Perawatan Kulit

Perilaku Konsumtif Perempuan untuk Produk Perawatan Kulit
Photo by Reviva Labs

Memiliki wajah yang menarik merupakan keinginan dan cita-cita semua perempuan termasuk remaja karena dapat membuka jalan bagi penerimaan di lingkungan sosialnya Remaja selalu berusaha memperbaiki penampilannya dengan membeli pakaian dan alat kecantikan serta perawatan kulit lainnya yang menonjolkan ciri agar dianggap menarik (Layli Triana, 2021). Gloria Swanson (Synnott, 1993) menyatakan bahwa wajah menjadi penentu dasar persepsi tentang cantik atau jeleknya seseorang, dan semua persepsi tersebut secara langsung mempengaruhi harga diri dan peluang hidup. Wajah dianggap melambangkan identitas diri. Seseorang dapat dikenali melalui wajahnya dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Banyak remaja bersaing untuk meningkatkan penampilan mereka, dengan menyebut kelompok sosial mereka mempengaruhi keputusan pembelian dan konsumsi mereka (Anggraini & Santhoso, 2017).

Masa remaja  adalah suatu masa di mana manusia merasa memasuki babak kehidupan yang terasa baru, mulai dari perubahan fisik,emosi hingga gaya hidup dan kebutuhan konsumsinya. Misalnya saja remaja perempuan  mulai merawat kulit wajahnya, sehingga   remaja tersebut menjadi konsumen produk perawatan kulit. Untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut, remaja cenderung melakukan perilaku konsumtif yang dapat menjadi suatu kebiasaan (Pramita, 2020). Kemudahan mengakses terlalu banyak produk perawatan kulit yang dijual bebas (OTC) yang tersedia tanpa resep dokter membuat banyak remaja putri kurang bijak dalam menentukan produk perawatan kulit, apakah  sesuai  dengan kebutuhan  mereka atau sekedar mengikuti tren.. Bahkan ketika remaja melakukan transaksi  dalam pembelian produk perwatan kulit bukan  berlandaskan atas dasar kebutuhan, tetapi sekadar didasarkan keinginan karena tergiur dari perkataan orang lain dan apa yang dilihat menarik untuk di konsumsi.   

Artikel ini merupakan hasil penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku konsumtif dan pembentukan gaya hidup remaja putri di Jakarta, dalam mengonsumsi produk perawatan wajah. Di Jakarta, remaja perempuan yang cenderung menginginkan penampilan yang keren dan trendi, menyebabkan mereka mengikuti gaya hidup glamor dan konsumtif dalam membeli barang dan jasa. Remaja Jakarta sepertinya merasa berkewajiban untuk memperbaiki penampilan dan gaya hidup dengan menyesuaikan diri dengan tren pakaian dan gaya di kalangan remaja. Remaja sering kali ingin menjadi seperti orang-orang trendi di lingkungan pergaulannya. Tekanan-tekanan sosial tersebut menyebabkan terjadinya konsumsi berlebihan pada remaja untuk menghindari diskriminasi dan merasa berbeda dengan orang lain. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti melakukan wawancara mendalam kepada siswi SMA pengguna produk perawatan kulit wajah. Studi tersebut menemukan bahwa kepuasan remaja perempuan terhadap produk perawatan kulit berbeda-beda tergantung latar belakang mereka. Anak perempuan cenderung membeli produk perawatan kulit wajah karena dipengaruhi oleh perkataan orang di sekitarnya, bukan karena kebutuhan. Penggunaan produk tersebut dapat meningkatkan prestise, menunjukkan nilai-nilai sosial tertentu seperti status atau kelas.

Studi ini menyimpulkan bahwa: 1) Banyaknya produk perawatan kulit baru membuat remaja perempuan semakin sering berganti-ganti dalam mengkonsumsi produk tersebut, sehingga yang awalnya sebagai suatu keinginan berubah menjadi 渒ebutuhan karena ekspektasi mereka, 2) Teknologi informasi dan media sosial, media massa, memudahkan remaja mengakses berbagai macam produk perwatan, selain itu pengaruh komunitas remaja di Kota Jakarta menjadikannya remaja putri mengkonsumsi produk perawatan kulit secara berlebihan demi mengejar kecantikan, dan 3) Remaja putri yang menggunakan produk perawatan kulit dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu: remaja tidak rasional, remaja berpotensi rasional, dan remaja rasional.

Remaja yang tidak rasional, adalah remaja putri yang konsumtif akibat pengambilan keputusan yang tidak mengutamakan kebutuhannya. Untuk remaja putri ini sering berpindah-pindah produk dengan keputusan pembelian yang tidak disesuaikan dengan kondisi kulit wajahnya dan hanya berdasarkan pengaruh lingkungan sekitar, seperti rekomendasi teman (mengikuti) dan orang terdekatnya tanpa berpikir panjang. tentang akibat.

Remaja berpotensi rasional adalah remajaputri yang dengan pengalaman menggunakan produk perwatan kulit dan bertambahnya pengetahuan, serta intensitas penggunaan media sosial, kemudian beralih untuk mempertimbangkan secara matang produk yang akan mereka gunakan. Melalui pengalaman ini, mereka belajar bagaimana memanfaatkan produk perawatan kulit secara tepat sesuai kebutuhan kulitnya. Mengkonsumsi produk perawatan kulit, tidak hanya sekedar keinginan semata, namun juga sesuai dengan kebutuhan, dan pilihannya pun disesuaikan dengan permasalahan kulit yang diderita. Remaja rasional, yaitu remaja putri yang menggunakan produk perawatan kulit melalui proses konsultasi dengan dokter, ahli kecantikan (klinik), dan beauty counseler untuk menemukan produk yang tepat sesuai kebutuhan kulit wajahnya.

Penulis: Prof. Dr. Sutinah, Dra., M.S.

Link:

Baca juga: Dampak Pembiayaan Produktif dan Konsumtif terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Indonesia

AKSES CEPAT