51动漫

51动漫 Official Website

Perilaku Pembuangan Busana Berkelanjutan, Faktor yang Mempengaruhi Niat Konsumen terhadap Donasi Pakaian

Foto Parapuan

Industri pakaian adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat yang berkontribusi terhadap perekonomian. Meskipun selama beberapa dekade terakhir, pertumbuhan industri pakaian telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian, masalah terjadi ketika datang ke tahap pembuangan produk. Data melaporkan bahwa industri fashion menyumbang sekitar 10% dari emisi gas rumah kaca. Lebih dari separuh pakaian yang dijual dibuang ke tanah, dan hanya beberapa bagian yang didaur ulang dan digunakan kembali. Oleh karena itu, industri sandang menyebabkan masalah sampah yang parah di Indonesia. Hal ini tidak hanya menyebabkan masalah lingkungan tetapi juga dianggap sebagai sumber masalah ekonomi karena hilangnya sumber daya dan biaya pengelolaan limbah. Fenomena ini telah menarik banyak perhatian dari para periset, pembuat kebijakan, dan berbagai organisasi yang bertujuan untuk mengatasi masalah sampah. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk memberikan solusi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Bahwa memahami perilaku pembuangan pakaian sangat penting, demikian juga dengan upaya untuk mendorong perilaku tersebut akan membantu mencegah aliran sampah yang berlebihan ke TPA, terutama dari pakaian.

Para periset telah meningkatkan perhatian mereka terhadap masalah ini, begitu banyak penelitian telah dilakukan untuk memahami motif dan alasan di balik sumbangan pakaian. Namun, melihat persoalan ini dari sisi religiusitas, emosi, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditingkatkan, khususnya di negara berkembang. Oleh karena itu, riset ini mencoba mengisi kekosongan dengan mengusulkan kerangka kerja alternatif berdasarkan teori perilaku terencana. Penelitian kami dilakukan di Indonesia, data dikumpulkan melalui survei pada 109 orang. Sampel terdiri dari 75 perempuan dan 34 laki-laki. Berdasarkan data, perilaku donasi pakaian ditentukan oleh sikap konsumen terhadap donasi pakaian. Data menunjukkan bahwa konsumen Indonesia memiliki sikap positif terhadap sumbangan pakaian daripada sikap atas lingkungan. Sejalan dengan itu, semakin positif dan optimis tentang donasi pakaian, semakin besar kemungkinan mereka berniat untuk menyumbangkan pakaian mereka. Hal ini disebabkan karena tindakan mereka akan berkontribusi untuk mengurangi masalah lingkungan.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku donasi pakaian berhubungan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kata lain, konsumen prihatin dengan dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan, yang memberikan sikap positif terhadap perilaku donasi. Ditemukan juga bahwa perspektif lingkungan sangat terkait dengan metode pembuangan. Oleh karena itu, ketika konsumen mengakui masalah ekologis, mereka cenderung memiliki sikap positif terhadap lingkungan, yang mungkin membuat mereka membuang pakaian mereka secara lebih berkelanjutan. Meskipun religiusitas berpengaruh positif terhadap sikap terhadap sumbangan pakaian, namun tidak mempengaruhi kedua sikap terhadap lingkungan. Selanjutnya, temuan menunjukkan bahwa nilai emosional berpengaruh positif terhadap sikap terhadap donasi pakaian.

Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sikap terhadap lingkungan serta sikap atas donasi pakaian. Sikap terhadap sumbangan pakaian dan sikap terhadap lingkungan lebih menjelaskan perilaku niat terhadap pembuangan pakaian. Selanjutnya, sikap terhadap latar belakang merupakan prediktor yang lebih tinggi untuk menjelaskan perilaku niat terhadap donasi pakaian. Temuan ini memberikan kontribusi pemahaman mendalam tentang perilaku pembuangan pakaian yang berkelanjutan. Untuk mempromosikan donasi pakaian, praktisi, termasuk pemasar, pembuat kebijakan lingkungan, dan badan amal, harus mengambil pendekatan ekologis untuk memotivasi konsumen agar lebih terlibat dalam metode pembuangan pakaian berkelanjutan seperti donasi.

Penulis: Rakotoarisoa Maminirina Fenitra, Tanti Handriana, Idrianawati Usman, Nirahariyatie Hartani, Gancar Candra Premananto and Sri Hartini

Hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi di Vlakna a Textil (2021), Vol. 28 (1): 7-155, dan dapat diakses melalui tautan berikut ini:

AKSES CEPAT