51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Perilaku Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Teori Health Belief Model di Indonesia

ilustrasi ibu hamil

Malnutrisi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin, persalinan prematur, pertumbuhan bayi yang terhambat, dan peningkatan risiko penyakit kronis. Model Kepercayaan Kesehatan (Health Belief Model – HBM) digunakan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemenuhan gizi ibu hamil.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemenuhan gizi ibu hamil berdasarkan teori HBM.
Metode
Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 164 ibu hamil yang dipilih secara acak sederhana. Variabel yang dianalisis meliputi perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, self-efficacy, dan perilaku pemenuhan gizi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman™s rho dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05.
Hasil
Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pemenuhan gizi ibu hamil adalah:
¢ Perceived benefits (p = 0,021): Ibu yang menyadari manfaat pemenuhan gizi lebih cenderung memiliki perilaku gizi yang baik.
¢ Perceived barriers (p = 0,034): Hambatan seperti akses terhadap makanan bergizi dan faktor ekonomi memengaruhi pemenuhan gizi ibu hamil.
¢ Cues to action (p = 0,032): Faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan edukasi dari tenaga kesehatan mendorong ibu untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizinya.
Sementara itu, perceived susceptibility, perceived severity, dan self-efficacy tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pemenuhan gizi ibu hamil.
Diskusi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang memiliki persepsi manfaat tinggi lebih cenderung memenuhi kebutuhan gizinya, meskipun masih terdapat kendala seperti faktor ekonomi dan ketersediaan makanan sehat. Dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan berperan penting dalam mendorong perubahan perilaku positif terkait gizi ibu hamil.
Kesimpulan dan Implikasi
Faktor utama yang memengaruhi perilaku pemenuhan gizi ibu hamil adalah perceived benefits, perceived barriers, dan cues to action. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis HBM yang mencakup edukasi tentang manfaat pemenuhan gizi, pengurangan hambatan, serta penguatan peran tenaga kesehatan dan keluarga dalam mendukung ibu hamil.
Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program intervensi gizi untuk ibu hamil guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kesehatan maternal.

Sumber: Nutrición Hospitalaria, 2025

Aria Aulia Nastiti, Mira Triharini, Nofinda Widya Sari, Ni Ketut Alit Armini , Nursalam, Sandeep Poddar
Corresponding author: aria.aulia.n@fkp.unair.ac.id

AKSES CEPAT