51动漫

51动漫 Official Website

Peringatan Dini Hadirnya Senyawa Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) di Perairan

Senyawa Endocrine Disrupting Chemicals (foto: dok istimewa)

Peningkatan aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhannya dari kegiatan rumah tangga, pertanian maupun beragam kegiatan industri memungkinkan hadirnya stressor lingkungan seperti halnya dari logam berat Timbal (Pb) dan juga fenol. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan perairan yang terjadi di hilir sungai maupun di muara sungai yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada organisme perairan yang menghuni ekosistem tersebut. Selain bersifat toksik, logam berat Timbal (Pb) dan fenol merupakah bahan kimia berbahaya yang termasuk dalam golongan bahan kimia pengganggu endokrin atau yang biasa dikenal dengan Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) (USEPA, 1997). Beberapa penelitian menginformasikan bahwa paparan logam berat timbal (Pb) memiliki efek gangguan sistem endokrin, sedangkan paparan senyawa fenolik juga menunjukkan efek feminisasi pada ikan. Feminisasi pada ikan tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap penurunan populasi bahkan kepunahan spesies (Akhbarizadeh et al., 2021).

Untuk itu diperlukan informasi mengenai kandungan Pb dan fenol di perairan, tidak terkecuali pada perairan Muara Tukad Badung sebagai upaya dini perlindungan ekosistem perairan untuk menghindari ancaman dampak buruk bagi organisme perairan maupun manusia. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Pb dan fenol dalam sampel air pada tiga titik lokasi penelitian di Muara Tukad Badung menunjukkan hasil kandungan Pb pada titik III terdeteksi sebesar 0,0101 mg/L, namun telah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh KepMen Negara LH No. 51 Tahun 2004 yakni 0,008 mg/L. Sementara itu hasil pengukuran kandungan fenol meskipun terdeteksi pada titik II sebesar 1,845 mg/L dan titik III sebesar 1,913 mg/L, namun nilai tersebut masih di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh KepMen Negara LH No. 51 Tahun 2004 yakni 0,002 mg/L. Sedangkan hasil pengamatan histopatologi insang ikan belanak (Mugil cephalus) yang tertangkap di perairan muara Tukad Badung didapatkan adanya edema, hemoragi, telangiektasis, fusi lamela, hiperplasia, adhesi lamela, pengangkatan epitel (epithelial lifting) dan nekrosis.

Penulis: Alfi Hermawati Waskita Sari, S.Pi., M.P.
Link:

AKSES CEPAT