UNAIR NEWS Program Studi Ilmu Sejarah, 51动漫 (UNAIR) menggelar konferensi internasional. Konferensi bertajuk The International Conference on 100th on Anniversary of Sartono Kartodirdjo itu menghadirkan sejumlah pembicara nasional maupun internasional. Konferensi berlangsung pada Rabu (20/9/2023) hingga Kamis (21/9/2023), secara hybrid melalui Zoom Meeting dan di Gedung Kahuripan, Kampus MERR-C UNAIR.
Terselenggaranya konferensi itu untuk memperingati 100 tahun Sartono Kartodirdjo dan peran pentingnya bagi Indonesia. Dalam perkembangan ilmu sejarah Indonesia, Sartono Kartodirdjo memiliki andil yang begitu besar. Ia memiliki legasi penting dalam menjadikan sejarah sebagai sebuah ilmu. Ia juga telah menginspirasi sejarawan-sejarawan muda lainnya di Indonesia.
Jadi Inspirasi
Prof Dr Purnawan Basundoro, SS, MHum selaku pembicara menuturkan, Sartono adalah sejarawan yang bukan hanya pandai berbicara. Akan tetapi, Sartono juga adalah seorang penulis yang andal. Kepiawaiannya terbukti dari sejumlah karya tulis yang sukses tersebar luas dan menjadi pedoman bagi sejarawan. Hal itu telah mengilhami murid-muridnya untuk menjadi sejarawan yang piawai menulis.
淧ak Sartono memang adalah sejarawan yang berbicara bukan hanya lewat kata-kata. Akan tetapi, tulisan beliau itu juga banyak. Nampaknya itu juga mendorong murid-murid beliau untuk bisa memiliki tulisan yang bisa terbaca orang lain, ujar Dekan FIB UNAIR itu.
Lebih lanjut, Prof Purnawan mengaku bahwa ia menjadi salah satu sejarawan yang terinspirasi oleh sosok Sartono. Karena itu, ia berusaha terus meningkatkan kapasitas dan kualitasnya karya-karyanya sebagai sejarawan.
淪aya sendiri terus terang terobsesi untuk bisa seperti beliau, menerbitkan karya-karya. Walaupun dari aspek kualitas masih jauh, ya. Paling tidak semangat kami untuk menulis dan menerbitkan karya-karya itu juga terinspirasi dari Pak Sartono, imbuhnya.
Terobosan dalam Sejarah Indonesia
Sementara itu, Prof Drs Bambang Purwanto, MA, PhD yang juga turut hadir menuturkan bahwa Sartono Kartodirdjo merupakan salah satu sejarawan terbaik di Indonesia. Ia memiliki sejumlah legasi penting dalam sejarah Indonesia. Salah satu legasi itu adalah proses penulisan sejarah yang menjadi Indonesia-sentris.
淪artono Kartodirdjo adalah sejarawan Indonesia, sejarawan terbaik. Beberapa legasinya antara lain adalah proses penulisan sejarah nasional yang Indonesia-sentris. Kita tahu bahwa pada masa kolonial, penulisan sejarah kita Belanda-sentris, tuturnya.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu melanjutkan, legasi penting lainnya adalah Sartono Kartodirdjo berhasil meyakinkan bahwa sejarah adalah ilmu. Menurutnya, legasi itulah yang paling mendasar dan paling penting dalam ilmu sejarah.
淪ekarang tentu saja ada hal yang paling penting. Pertama yaitu Pak Sartono berhasil meyakinkan kita semua bahwa sejarah itu adalah ilmu yang memiliki metodologi. Pak Sartono dari awal tegas mengatakan bahwa seperti ilmu lain, sejarah juga punya ontologi, epistemologi dan aksiologi, katanya.
Berkat legasi itu, kini telah ada terobosan baru dalam ilmu sejarah. Terobosan itu antara lain adalah hadirnya mata kuliah pengantar ilmu sejarah, metodologi sejarah, filsafat sejarah, hingga historiografi.
淏agaimana Pak Sartono kemudian menerjemahkan pada pendidikan sejarawan? Dulu tidak ada namanya pengantar ilmu sejarah. Itu baru. Sekarang ada yang kita kenal sebagai metode sejarah, ada metodologi sejarah, ada filsafat sejarah, kemudian untuk mendasari itu semua yaitu historiografi Indonesia dan umum, tegasnya. (*)
Penulis: Yulia Rohmawati
Editor: Binti Q. Masruroh





