51动漫

51动漫 Official Website

Peringati Tahun Baru Hijriah, BPBRIN UNAIR Undang Generasi Qur’ani

Berlangsung Talkshow BPBRIN UNAIR bersama Suara Muslim Tv (Foto: Tangkapan Layar YouTube)
Berlangsung Talkshow BPBRIN UNAIR bersama Suara Muslim Tv (Foto: Tangkapan Layar YouTube)

UNAIR NEWS –  (BPBRIN) 51动漫 (UNAIR) gandeng Suara Muslim Radio Network mengadakan talkshow dengan tema Membangun Generasi Qur檃ni. Acara terselenggara secara daring pada Jumat (27/6/2025).

Tema acara yang diangkat berhubungan dengan peringatan tahun baru Hijriah dan bagaimana umat dalam situasi global dapat memaknai perjalanan Rasulullah SAW. Peringatan setiap tahun ini harapannya dapat menjadi tonggak untuk terus menjadi generasi yang lebih baik.

Pada episode acara ini mengundang Dandun Wijakantaka seorang penghafal Al Qur’an sebagai narasumber yang hadir membagikan perjalanan sekaligus menginspirasi masyarakat luas. Perjalanan ia yang tidak singkat dan penuh perjuangan membentuk generasi Qur檃ni diulas lebih lanjut.

Dandun, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa dari kebiasaan masa kecilnya bermula dari SD hanya melakukan hafalan juz 30 dan itu merupakan kegiatan wajib dari sekolahnya. Akan tetapi, dari proses tersebut ada orang tua yang sigap membimbing ia untuk berkembang lebih jauh.

淗afalan di SD masa itu hanya juz 30 saja, kemudian ayah saya membimbing untuk menghafal lebih banyak lagi dan cakupannya luas salah satunya menghafal surat Al-Mulk. Bukan hanya menghafal saja di sini saya juga masih melakukan pencarian griya Al Qur檃n untuk tempat berkembang yang cocok. Berjalannya waktu alhamdulillah saya menemukan tempat yang tepat, ucapnya.

Dandun memulai perjalanan dari sekolah dasar hingga menimba ilmu di pondok pesantren selama tiga tahun. Ia memberanikan diri untuk menghafal Al Qur檃n dan memaknainya. Usia yang sekarang ia sedang tidak mengurangi semangat untuk terus berkembang.

Peran orang tua dalam hal ini juga menjadi sorotan. Neneng Sri Mulyaniar selaku ibu Dandun merasa bangga dan tidak menyangka jika anaknya menjadi Hafidz. Selama masa mengasuh ia tidak pernah memaksa anaknya untuk berproses di mana pun.

淧ada saat Dandun akan melanjutkan pendidikannya di pondok Pesantren. Waktu itu bebarengan dengan pandemi sehingga saya khawatir. Hingga akhirnya saya melakukan diskusi bersama, apapun pilihan anak saya pastikan ilmunya itu bermanfaat bagi orang banyak, ungkapnya

Neneng juga menambahkan bahwa pola asuh dari kedua orang tua itu penting. Bukan hanya ibu saja, akan tetapi ayah juga berperan. Harapannya dari generasi Qurani yang terbentuk, mampu menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk terus menjadi pribadi lebih baik serta meneladani peringatan tahun baru Islam dengan kegiatan positif.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT