“Kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pembelajaran
UNAIR NEWS – Momen di 51动漫 (UNAIR) selalu menjadi perayaan istimewa bagi para lulusan. Pada Wisuda Periode Desember 2024, Indra Prastiwi Jamaluddin atau yang akrab disapa Tiwi, meraih predikat Wisudawan Terbaik di jenjang S2 Imunologi, Sekolah Pascasarjana. Perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan itu mengaku merasa bersyukur dan terhormat karena bisa lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Ia menganggap predikat ini sebagai motivasi untuk melangkah lebih jauh dan membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi orang lain. “Alhamdulillah, saya bersyukur, bahagia, sekaligus terharu. Penghargaan ini bukan hanya soal prestasi akademik, melainkan juga amanah untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi kepada masyarakat,” ungkap Tiwi.
Tiwi mengaku bahwa perjalanan menuju gelar magister tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah mengelola waktu secara efektif di tengah padatnya tugas kuliah dan penelitian. “Saya belajar membuat prioritas yang jelas dan menerapkan disiplin dalam menyelesaikan tugas,” ujarnya.
Selain itu, tantangan akademik juga menjadi ujian tersendiri. Tiwi berbagi kisah tentang kegagalan awal dalam penelitiannya. Data yang tidak valid memaksanya mengulang sebagian besar proses penelitian. “Awalnya, saya merasa kehilangan semangat. Tapi berkat bimbingan dosen dan dukungan teman-teman, saya mulai menyusun strategi baru dan tetap melanjutkan penelitian dengan pendekatan yang lebih kritis,” ceritanya.
Dukungan Keluarga
Dalam perjalanan pendidikannya, Tiwi menyebut keluarganya sebagai pilar utama kesuksesan. “Orang tua dan keluarga memberikan doa, motivasi, serta dukungan finansial yang luar biasa,” kata Tiwi. Ia juga berterima kasih kepada dosen pembimbing yang membantunya memahami arah penelitian dengan ketelatenan meski memiliki jadwal yang padat.
Tiwi memiliki harapan besar untuk masa depan. Ia berencana memanfaatkan ilmu yang telah diperolehnya demi kebaikan masyarakat, baik melalui pekerjaan profesional, penelitian lebih lanjut, maupun kegiatan sosial. “Pendidikan tidak berhenti di bangku kuliah. Saya berkomitmen untuk terus belajar melalui pelatihan, workshop, bahkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.
Wisuda kali ini bukanlah akhir perjalanan bagi Tiwi, melainkan awal langkah baru untuk meraih mimpi lebih besar. “Pendidikan adalah investasi yang tidak pernah berakhir, dan saya akan terus belajar untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” tutupnya.
Penulis: Adinda Aulia Pratiwi
Editor: Khefti Al Mawalia





