UNAIR NEWS Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK Unair) dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2025. Tim dari bidang Neuropsikiatri, yang diwakili oleh Alexandrena Maive Putri Adya bersama rekannya Nathaniel Suyanto, berhasil meraih Juara 2 setelah melewati serangkaian seleksi ketat dan kompetisi intensif.
Perjalanan Alexandrena menuju podium bukanlah hal instan. Mahasiswi angkatan 2023 ini telah menyiapkan diri sejak awal perkuliahan, bahkan saat mayoritas teman-temannya fokus pada materi dasar seperti anatomi dan fisiologi, ia sudah mulai mendalami materi neuropsikiatri, bidang yang ia minati sejak awal.
淲aktu teman-temanku belajar anatomi, aku malah belajar materi RMO. Memang harus lebih effort belajar duluan, ujarnya.
Setiap tahun FK UNAIR melakukan seleksi internal secara ketat. Tahap pertama berupa tes MCQ untuk memilih 10 peserta terbaik per bidang. Setelah itu, peserta mengikuti bimbingan intensif selama beberapa bulan, sebelum akhirnya menjalani seleksi tahap dua yang berbeda-beda tergantung bidang. Di Neuropsikiatri, seleksi tahap dua meliputi MCQ, OSCE (Objective Structured Clinical Examination), dan LCT (Lomba Cepat Tepat). Empat peserta terbaik terbagi menjadi dua tim, dan hanya dua tim yang menjadi delegasi resmi.
Gagal dan Bangkit Lagi
Sempat gagal lolos di tahun sebelumnya dan hanya menjadi anggota cadangan tim kedua, Alexandrena tidak menyerah. Ia mengulang proses seleksi dari awal dan memperdalam pemahamannya melalui buku ajar seperti Maramis, dan referensi lainnya. Ia juga rutin berdiskusi dan berlatih membuat soal serta kasus sendiri sebagai bentuk persiapan.
淟atihan bisa sampai malam, bahkan pernah pulang jam satu dini hari. Tapi itu semua terbayar saat diumumkan jadi juara dua, kenangnya.
Pereserta kompetisi RMO 2025 ini sekitar 120130 tim dari berbagai institusi, mencakup enam bidang kedokteran. Di tengah ketatnya persaingan, tim Neuropsikiatri FK Unair berhasil menembus semifinal hingga akhirnya meraih posisi runner-up nasional.
淪enang dan bangga banget. Perjuangannya panjang, tapi akhirnya membuahkan hasil. Aku merasa kerja keras selama ini tidak sia-sia, ungkap Alexandrena.
Kini, Alexandrena tengah mempersiapkan diri untuk tantangan yang lebih di tingkat nasional. Semangat juang dan konsistensi yang Alexandrena tunjukkan menjadi inspirasi nyata bahwa dedikasi dan ketekunan mampu membawa mahasiswa Unair ini meraih prestasinya.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





