UNAIR NEWS (UNAIR) menggelar Library Class dengan judul Avoiding Plagiarism pada Senin (28/4/2025) secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini menghadirkan Dewi Puspitasari SH MSc, pustakawan UNAIR sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Dewi menekankan bahwa mencegah plagiarisme merupakan salah satu hal penting dalam dunia akademik.
Ia mengingatkan bahwa meskipun tugas-tugas harian tidak selalu diperiksa menggunakan perangkat lunak seperti Turnitin, komitmen pribadi untuk menghindari plagiarisme tetap harus dijaga. 淜ejujuran akademik bukan dimulai saat menulis skripsi atau tesis. Melainkan dari tugas-tugas kecil sehari-hari. Ketika kita jujur dari awal, maka akan menjadi kebiasaan yang mudah dilakukan, ujar Dewi.
Bentuk Plagiarisme dan Ketidakjujuran Akademik
Dalam sesi tersebut, Dewi menjelaskan bahwa plagiarisme merupakan tindakan mengklaim karya orang lain seolah-olah karya pribadi. Misalnya dengan mengganti nama penulis pada tulisan yang sudah ada. Ia juga mengingatkan bahwa ketidakjujuran akademik tidak hanya terbatas pada plagiarisme. Tetapi juga mencakup praktik seperti penggunaan ghost writer, pencurian karya ilmiah, hingga kolusi.
Dewi menjelaskan bahwa banyak plagiarisme terjadi karena mahasiswa tidak menyadari tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang termasuk ke dalam tindak pidana akademik. 淪elain itu, faktor lain seperti ketidaktahuan tentang cara menghindari plagiarisme, manajemen waktu yang buruk, serta sikap tidak peduli terhadap kejujuran akademik turut memperbesar potensi pelanggaran, imbuhnya.
Strategi Menghindari Plagiarisme
Sebagai solusi, Dewi menekankan pentingnya dua keterampilan utama, yaitu parafrase dan sitasi. Ia menjelaskan bahwa parafrase bukan sekadar mengganti kata per kata, melainkan menyusun kembali ide yang sama dengan menggunakan kalimat dan struktur yang berbeda secara keseluruhan. Sementara itu, sitasi perlu untuk menghargai ide orang lain dengan mencantumkan sumber referensi.
Dewi juga mengingatkan pentingnya menggunakan sumber-sumber yang valid dan legal. Ia menyarankan mahasiswa untuk mencari referensi dari jurnal-jurnal yang terindeks resmi dan menghindari penggunaan dokumen ilegal. 淐arilah sumber yang valid dan legal. Jangan bermain-main dengan sumber yang tidak jelas, karena itu bisa merusak kepercayaan terhadap karya ilmiah yang kita hasilkan, tegasnya.
Penulis: Rosa Maharani
Editor: Yulia Rohmawati





