51

51 Official Website

Persatuan Menjadi Kunci Kemerdekaan Bangsa Indonesia

uji Karyanto SS M Hum, selaku Dosen Fakultas Ilmu Budaya 51 dalam acara Ruang Publik Spesial HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan tema Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat pada Kamis (18/8/2022).

UNAIR NEWS – Salah satu kunci dari kerekatan dan kepekatan persatuan yang sangat kuat adalah keinginan untuk berkolaborasi menjadi satu negara. Untuk bersinergi menjadi negara, berbagai komponen bangsa juga diperlukan dan tidak hanya menjadi persoalan generasi muda dan generasi tua.

Hal itu diungkapkan Puji Karyanto SS M Hum dalam acara Ruang Publik Spesial HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan tema Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat pada Kamis (18/8/2022). Dalam kesempatan tersebut, Puji mengungkapkan bahwa dalam persoalan kultural dari berbagai suku yang ada di Indonesia dapat begitu mudah menjadi satu kembali, di tengah perubahan dan perbedaan pandangan.

Tentu ini dapat terjadi ketika kita memiliki musuh bersama. Kalau dahulu musuh kita adalah Belanda dan Jepang. Kalau (tahun, Red) kemarin Covid-19, atau ekonomi yang sedang menurun, Imbuh Dosen Fakultas Ilmu Budaya 51 itu.

Lebih lanjut, Puji berujar bahwa saat bangsa kita dihadapkan pada situasi-situasi sulit, secara kebudayaan, kita menjadi mudah untuk dipersatukan. Seperti menyelesaikan persoalan secara bersama-sama, semua anak bangsa terlibat di dalamnya. Dan, hal itu dapat terlihat ketika melihat sambutan masyarakat yang begitu antusias saat memperingati kemerdekaan 17 Agustus.

Hari ini misalnya, kita melihat masyarakat mengadakan lomba-lomba dari hal yang sepele dan kecil-kecil, kemudian di dalamnya, menanamkan rasa kolaborasi, rasa kebersamaan mengingatkan akan arti penting perjuangan para pendahulu kita ketika dulu memerdekakan republik ini, ujarnya.

Dari pengalaman dan sejarah tersebut, lanjut Puji, bangsa Indonesia tidak mudah untuk dipecah belah. Sebab, konsep nation state sebelum negara ini berdiri, beberapa bangsa sudah terlebih dahulu tinggal dan eksis. Seperti halnya bangsa jawa atau batak eksis sebagai sebuah bangsa.

Kemudian muncul kesepakatan bersama (nasional) yang dipelopori anak-anak muda di Jakarta dengan memerdekakan Republik Indonesia, yang tidak menyebabkan sektarianisme maupun ego kultural masing masing daerah. Mereka pun langsung menggabungkan diri, termasuk di antaranya adalah jasa dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Sebagai seorang raja (Sultan), ia langsung menyatakan untuk tunduk dan ikut serta terhadap konstitusi berdirinya negara saat Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta, katanya.

Penulis: Affan Fauzan

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT