淪tarting was courage, but finishing is triumph
UNAIR NEWS 51动漫 periode 245 merupakan momentum spesial dan membanggakan bagi Cita Wulan Mahardika Khoiri. Mahasiswi prodi Akuakultur itu berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik pada jenjang Sarjana dari Fakultas Perikanan dan Kelautan. Ia berhasil menyelesaikan studi S1 tepat waktu, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69.听
Baginya, penghargaan ini adalah kejutan manis dan simbol atas dedikasi yang ia curahkan sepanjang masa studi. Gelar ini Cita persembahkan sepenuh hati untuk sang ibu, pilar doa dan kekuatannya.
淕elar ini nantinya akan saya berikan untuk Ibu saya sebagai Ibu Terbaik dari Wisudawan Terbaik. Dan wisuda saya bertepatan dengan Hari Ibu, saya yakin gelar ini tidak akan saya dapatkan semulus ini tanpa doa Ibu. Doa ibu adalah kunci keberhasilan saya, ucap Cita dengan penuh haru.
Dedikasi dan Tekad听听
Perjalanan menuju gelar ini bukan tanpa rintangan. Kilas balik perjalanan Cita bermula sejak SMA, saat ia bertekad masuk UNAIR melalui jalur tanpa tes. Tekadnya terbukti membuahkan hasil, tetapi tantangan terbesar justru muncul di akhir perkuliahan, saat ia menyusun skripsi.听
Lokasi penelitiannya berada di Romokalisari, Surabaya, yang berjarak 19 km dari rumahnya. Di tambah ia harus menerjang musim hujan dan banjir yang melanda. Bersamaan dengan itu, ia juga bekerja di tempat lain yang berjarak 29 km dari lokasi penelitian.听听
淚ya, saya mengerjakan skripsi, 100% dalam kondisi memiliki tanggung jawab lain. Yaitu pekerjaan yang jaraknya 29 km dari lokasi penelitian saya saat itu. Hal ini yang membuat predikat Wisudawan Terbaik periode Desember ini sangat berarti bagi saya, jelasnya.
Menjalani dua tanggung jawab memang tak mudah, namun Cita percaya setiap langkah harus diselesaikan. Baginya, kemauan dan konsistensi adalah kunci untuk mencapai tujuan.
Harapan dan Cita-Cita听
Meski tidak banyak mengikuti kegiatan non-akademik, Cita sempat mencicipi panggung kompetisi melalui Kompetisi Ilmiah Mahasiswa 2022 dan berbagai kegiatan laboratorium. Menurutnya, penghargaan ini bukan soal lomba atau gelar, melainkan tentang keberanian memulai dan keteguhan menyelesaikan.
淪elesaikan apa yang telah dimulai. Semua yang kita lalui, tidak peduli seberat apa jalannya, keep going even when the world sleeps, ungkapnya. Kedepan, ia ingin menjadi laboran, peran yang menurutnya ideal untuk terus belajar dan mendukung penelitian di bidang akuakultur.
Penulis: Tsaqifa Farhana W
Editor: Ragil Kukuh Imanto





