51动漫

51动漫 Official Website

Pesona Bunga Prunus Cerasoides di Taman Nasional Bali

Foto by Detik Travel

Kebun Raya Eka Karya Bali (EKBBG) adalah salah satunya lembaga konservasi tumbuhan ex situ Indonesia. Itu EKBBG merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar dari 1.200 hingga 1.909 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari 2011-2016, curah hujan tahunan di kawasan Bukit Tapak, termasuk EKBBG sebesar 2.964,80 mm/tahun. Sementara itu, kelembaban relatif rata-rata untuk tahun adalah 89%.

Prunus adalah genus tanaman berkayu yang penting dan sebagian besar dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman pangan. Prunus cerasoides Buch.-Ham. Ex D.Don adalah tanaman berbunga milik zona floristik India-Indocina. Jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan pegunungan yang bisa beradaptasi dengan berbagai iklim dan ditemukan di EKBBG. Dengan bunga berwarna putih hingga merah muda, P. cerasoides, juga dikenal sebagai ceri Himalaya, dimiliki potensi hias. Namun, bunga P. cerasoides hanya dapat ditemukan di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Prunus juga telah diidentifikasi sebagai genus penghasil buah (Normasiwi dan Surya 2016). Selanjutnya, kandungan metabolit sekunder diproduksi oleh P. cerasoides telah terbukti memiliki senyawa terapeutik.

Daya tarik P. cerasoides dapat ditemukan pada bunganya, dan banyak orang menunggunya mekar. Salah satunya ex-situ koleksi yang berhasil berkembang dan berbunga EKBBG adalah P. cerasoides. Ini berfungsi sebagai objek wisata dan pendidikan masyarakat tentang ciri-ciri P. cerasoides di Indonesia. P. cerasoides mekar dua kali setahun EKBG. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa spesies tersebut mekar antara Februari-April dan Juli-Oktober. Itu dimulai dengan jatuh dari semua daun dan diikuti dengan pertumbuhan kuncup bunga. P. cerasoides mekar secara bersamaan dan berlangsung sekitar 7-10 hari dari yang pertama kuncup bunga terbuka untuk jatuhnya bunga. Faktor cuaca mempengaruhi lamanya berbunga.

Kondisi cuaca sekarang biasanya didokumentasikan sangat terkait dengan perubahan iklim global. Pada saat yang sama, perubahan iklim sangat menarik subjek penelitian. Perubahan lingkungan secara berkala kondisi akan mempengaruhi tanaman untuk adaptasi, seperti perubahan dalam morfologi daun yang berhubungan dengan fotosintesis, akar perkembangan, dan perkembangan organ reproduksi. Dalam Koleksi EKBBG dari P. cerasoides, kondisi saat ini mungkin menyiratkan pergeseran jumlah mekar dan berbunga waktu. Hasil pengamatan pembungaan P. cerasoides dan pencatatan data iklim mikro diharapkan perubahan yang mempengaruhi proses pembungaan P. cerasoides di EKBG. Di kebun raya lainnya yaitu Cibodas Botanic Gardens (CBG), pergeseran yang signifikan dari P. periode berbunga cerasoides dilaporkan karena perbedaan curah hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan bunga menjadi gugur, sedangkan optimum suhu akan menghasilkan bunga paling banyak. Dari tahun 2001 hingga 2015, P. cerasoides mekar saat suhu rata-rata antara 23-24掳C. Sementara di 2020, saat suhu 24-25掳C, P. cerasoides melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim ini dengan memproduksi jumlah bunga dan produk buah yang lebih rendah lebih lama periode berbunga.

Perkembangan bunga merupakan periode yang menarik untuk dipelajari karena pentingnya. Evolusi angiospermae sukses menjadi pengelompokan tanaman yang paling beradaptasi pada planet ini terutama karena struktur reproduksinya bunga (Prunet et al. 2020). P. cerasoides berbunga penelitian sebelumnya dilakukan di KREKB, tetapi hanya dilakukan pengamatan biologis pembungaannya. Hasil penelitian Oktavia dkk, 2023 menunjukkan bahwa faktor cuaca memiliki mempengaruhi lamanya berbunga. Selain itu, studi variasi iklim mikro adalah subjek yang menarik. Adaptasi tumbuhan adalah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan secara teratur. P. cerasoides di EKBBG berbunga dua kali setahun, dengan tahap perkembangan kuncup bunga, pembungaan, dan kemudian fase gugur ornamen bunga. Jatuh tempo sampai bunga berguguran, buahnya tidak matang. Selain itu, jumlah mekar yang berkembang tidak dipengaruhi oleh suhu atau sinar UV indeks.

Keberadaan tumbuhan ini memberikan daya Tarik dan keunikan tersendiri di EKBBG. Dalam hal pariwisata tentu saja keindahan pesona bunga Prunus menjadi andalan bagi kebun raya ini. Sehingga diperlukan untuk dapat dikelola dan dirawat agar tidak pudar pesona bunga tersebut.

Penulis; Hery Purnobasuki

Sumber:

AKSES CEPAT