UNAIR NEWS Sebelas punggawa tim PKM 51动漫 sudah berusaha menunjukkan kerja keras dan kemampuan terbaiknya di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 23-26 Agustus 2017.
Hasilnya, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNAIR berhasil mempertahankan posisi peringkatnya di empat besar, dengan total raihan medali (presentasi dan poster) 2 emas, 5 perak, 1 perunggu (2-5-1). Seperti diketahui, PIMNAS ke-30 ini diikuti oleh 420 tim (judul) PKM yang berasal dari 89 perguruan tinggi se-Indonesia.
Dalam penutupan PIMNAS yang dilakukan oleh Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Dr. Didin Wahidin, Sabtu (26/8) malam, UB berhasil mempertahankan sebagai juara yang diraih pada PIMNAS tahun lalu di IPB Bogor. Dalam nomor presentasi: UB meraih lima medali emas, satu perak, dan empat perunggu (5-1-4). Sedang UGM meraih komposisi medali 3-2-2, ITS 3-2-2. Sedangkan UNAIR meraih 2-3-0. IPB menyodok di posisi lima besar dengan 1-4-2.
Pada nomor poster, UB meraih 3-3-3, UGM 5-4-6, ITS 0-1-1, UNAIR 0-2-1, dan IPB meraih 3-2-1. Bobot nilai poster di PIMNAS ini hanya sebesar 25% dibanding bobot nilai presentasi. Meski demikian secara keseluruhan jika digabungkan, masing-masing memperoleh medali: UB meraih 8 emas 4 perak dan 7 perunggu (8-4-7). UGM mengumpulkan 8-6-8, ITS dengan 3-3-1, UNAIR meraup 2-5-1, sedangkan IPB di lima besar dengan 4-6-3.

Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN yang berada ditengah-tengah kontingen tim PKM UNAIR sambil bersalam-salaman dengan dosen pembimbing berujar syukur masih bisa bertahan di empat besar sebagaimana tahun lalu. Apapun hasilnya, inilah kerja keras yang sudah dijalani bersama. Karena itu Pak Hadi meminta “virus” positif PIMNAS ini bisa ditularkan dan disebarkan kepada adik-adik kelas dan atau mahasiswa yang masih memiliki kesempatan untuk inovasi di bidang PKM tahun berikutnya.
Tim pembina kemahasiswaan Dr. Bambang Purwanto, dr., MS., meminta kepada mahasiswa UNAIR peserta PIMNAS ke-30 di Makassar ini untuk tetap mensyukuri apapun nikmat Allah dan bisa memetik pelajaran dari kegiatan ini.
滼angan lupa bersujudkan sebagai rasa syukur kepada Allah atas berkah yang telah kita terima. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran yang baik (dari kegiatan PIMNAS ini red), tulisnya dalam grup WhatsApp tim PIMNAS UNAIR, Minggu pagi.
Kerja keras mahasiswa peserta PIMNAS juga diapresiasi oleh Direktur Kemahasiswaan DIKTI Prof. Dr. Didin Wahidin. Hal ini karena sejak mempersiapkan PKM hingga PIMNAS ini para mahasiswa setidaknya sudah melakukan yang harus dilaksanakan dalam PKM selama satu tahun. Ini menunjukkan kerja keras dan keuletan.
滿emang dalam suatu lomba pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi pada PIMNAS, tidak ada yang kalah, semua akan menjadi pemenang, terutama bagi kita semua yang harus mengambil hikmah dari inovasi-inovasi mahasiswa ini untuk kemajuan bangsa, katanya dalam sambutan sebelum menutup resmi PIMNAS ke-30.
Bagaimana tidak, katanya, di arena PIMNAS inilah sebuah pelajaran yang sangat berharga. Ilmu para mahasiswa berkembang dari hasil kolaborasi dan paparan sesama mahasiswa peserta, Karakter sebagai insan terdidik juga semakin terbentuk, rasa bangga dengan kolaborasi atau kerjasama dengan mahasiswa se-Indonesia.
滲endera kampus kita memang beda-beda, tetapi Anda semua adalah mahasiswa Indonesia, yang kelak akan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa dan negara. Selain itu wahana seperti ini sangat pas di era globalisasi untuk membiasakan diri di alam persaingan sehingga akan memupuk mental sebagai petarung untuk menjadi pemenangnya, kata Prof. Didin. (*)
Penulis: Bambang Bes





