51动漫

51动漫 Official Website

PKKA UNAIR Ciptakan Sinergi Toleransi Beragama untuk Perdamaian Dunia

Yazid, Reza, dan Yesi saat Talkshow Kebebasan Berkeyakinan dan Toleransi Beragama di Mini Booth Camp Global Peace Youth Surabaya. (Foto: Putri Andini)
Yazid, Reza, dan Yesi saat Talkshow Kebebasan Berkeyakinan dan Toleransi Beragama di Mini Booth Camp Global Peace Youth Surabaya. (Foto: Putri Andini)

UNAIR NEWS Indika Foundation berkolaborasi dengan Global Peace Youth Surabaya serta Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) (51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan Mini Booth Camp. Kegiatan itu bertajuk Freedom of Belief & Culture of Tolerance pada Sabtu (20/9/2025) di Majapahit Hall Lt. 5, Gedung ASEEC Kampus Dharmawangsa揃.

Dalam sambutannya, Lastiko Endi Rahmantyo M Hum, perwakilan DPKKA, menekankan pentingnya menahan diri agar tidak diperbudak algoritma media sosial dan menjunjung tinggi nilai moralitas. 

淧andangan kita berfokus pada algoritma saja, sehingga tercipta pola pikir kacamata kuda. Kalau ada yang berbeda kita langsung reaktif. Nah, di UNAIR kita punya motto excellent with morality, yang berarti segala tindak-tanduk mahasiswa maupun alumni harus menjunjung tinggi moralitas, ungkapnya.

Dr H Muhammad Yazid M Si, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa kerukunan antara umat beragama terwujud melalui sikap saling menghormati, ruang aman lintas iman, serta moderasi beragama yang kuat. 

淎da tiga hal yang perlu kita pelajari untuk mewujudkan toleransi, yakni toleransi itu sendiri, moderasi, dan penolakan radikalisme. Jangan membeda-bedakan agama karena pada dasarnya kita semua saudara, jelasnya.

Senada dengan itu, Achmad Reza Rafsanjani, Duta Damai Regional Jawa Timur, menekankan bahwa tantangan intoleransi menjadi semakin kompleks tidak hanya di ranah nyata, tetapi juga di ruang digital. Menurutnya, solusi dapat ditempuh melalui penguatan literasi digital, melawan hoax dan ujaran kebencian, serta menghadirkan narasi damai yang relevan bagi generasi saat ini.

Yesi Rahma Mustika, Lokal Koordinator Global Peace Youth Surabaya, menambahkan bahwa terciptanya toleransi akan melahirkan perdamaian, yaitu kondisi masyarakat hidup, berinteraksi tanpa kekerasan dan dengan prasangka harmonis.

淜onflik tidak selalu tentang perang. Seharusnya tercipta HARMONI (Hargai keberagaman, aksi nyata, regulasi emosi, membangun compassion, open minded, mengenal diri, dan integritas). Hal paling penting adalah mulai bergerak, tidak perlu menjadi besar untuk berdampak, ungkapnya.

DPKKA bersama Global Peace Youth Surabaya menegaskan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dan kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci agar toleransi tidak berhenti pada jargon, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT