51动漫

51动漫 Official Website

Pola Asah, Asih dan Asuh serta Kaitannya dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita

Foto by Halodoc

Kebutuhan dasar balita berupa asah, asih, asuh yang tercukupi dengan baik dapat mempengaruhi tumbuh kembang balita secara positif. Pertumbuhan berkaitan dengan pertambahan ukuran fisik tubuh, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ dan individu. Kedua kondisi tersebut saling berkaitan dan berpengaruh pada tumbuh kembang pada setiap anak. Saat ini pertumbuhan dan perkembangan balita masih menjadi masalah nasional. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 terdapat 21,6% balita stunting, 17,1% balita underweight, 7,7% balita wasting dan 3,5% balita overweight. Di sisi lain, masih terdapat masalah perkembangan balita. Sekitar 16% balita di Indonesia mengalami gangguan perkembangan baik perkembangan saraf maupun perkembangan otak. Sekitar 35,7% balita yang mengalami gangguan perkembangan dilihat dari cukup tingginya angka gangguan bicara dan bahasa pada anak Indonesia yaitu sekitar 2,3-24,6% dan juga prevalensi keterlambatan bicara dan bahasa pada anak sekolah yaitu 5-10%.

Pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab, misalnya pendapatan keluarga, pendidikan, pengetahuan gizi orangtua, pekerjaan orangtua, pola pengasuhan (asah, asih, asuh), ketersediaan pangan, sanitasi serta penyakit infeksi. Pemberian pola asah, asih, dan asuh yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak ke arah yang tepat. Pola asah yang diberikan yaitu meliputi pemberian stimulus pada saraf dan otak balita. Pola asih meliputi pemberian kasih sayang antara ibu dan anak. Pola asuh meliputi beberapa hal yaitu pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI yang bergizi, pengobatan saat sakit, dan kebersihan lingkungan, tempat tinggal dan pakaian. 

Balita memiliki kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi agar dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Hasil penelitian Nindyaningrum dkk (2023) di Kecamatan Mulyorejo, Surabaya ditemukan sebagian besar pola asah dan asih ibu mayoritas baik, namun untuk pola asuh pemberian makan, hasilnya bervariasi. Makanan pokok yang paling sering dikonsumsi oleh balita adalah nasi, lauk hewani yang sering dikonsumsi adalah telur dan ayam, lauk nabati adalah tahu, sayuran yang paling sering dikonsumsi adalah wortel, buah-buahan adalah pisang dan melon, susu dan produk olahan yang sering dikonsumsi adalah susu formula atau susu UHT, dan makanan lain yang sering dikonsumsi adalah camilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang sering mengonsumsi makanan hewani cenderung memiliki status gizi normal berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U) sebesar 33,3%, namun juga terdapat anak-anak yang memiliki risiko kelebihan gizi (11,1%).

Mulyorejo menjadi salah satu daerah yang memiliki angka balita gizi kurang cukup tinggi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya pola pengasuhan orang tua yang kurang tepat, seperti perawatan kesehatan dasar anak, pemberian pangan dan gizi atau hygiene dan sanitasi lingkungan yang kurang mendukung. Di Puskesmas Mulyorejo Surabaya, tiga penyakit teratas yang paling banyak ditemui adalah ISPA, gastritis dan diare. Ketiga penyakit tersebut merupakan penyakit infeksi yang mudah mempengaruhi daya tahan tubuh dan status gizi balita. Kecamatan Mulyorejo menjadi salah satu Kecamatan di Surabaya yang masuk dalam Daftar Kawasan Prioritas Penataan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Pemukiman. Kecamatan Mulyorejo berada di urutan ke 11 dari 26 kecamatan dan menjadi Prioritas II. 

Berdasarkan temuan penelitian Nindyaningrum dkk (2023), menunjukkan bahwa perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Meskipun belum ditemukan hubungan antara pola asah dan pola asih dengan perkembangan anak, namun praktik kedua pola tersebut diyakini dapat secara optimal mempengaruhi peningkatan perkembangan anak. Di sisi lain, ditemukan hubungan antara pola asuh dengan pertumbuhan anak, terutama konsumsi makanan hewani dan buah-buahan. Berdasarkan hal tersebut, disarankan para ibu agar memberikan rangsangan yang teratur kepada anak mereka serta memberikan pola makan yang lebih bervariasi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan optimal.

Penulis: Lailatul Muniroh

Jurnal:

AKSES CEPAT