51动漫

51动漫 Official Website

Pola Spesies Candida yang Diisolasi dari Pasien Kandidiasis Vulvovaginal (KVV) pada Kehamilan

Foto by Alodokter

Kandidiasis vulvovaginal (KVV) merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum didiagnosis pada wanita yang berobat karena keputihan, disebabkan oleh pertumbuhan jamur abnormal pada mukosa vulva dan vagina. Terjadinya KVV dipengaruhi oleh faktor fisiologis atau non fisiologis yang mengganggu keseimbangan antara kolonisasi vagina Candida dan lingkungan host. Wanita dengan keadaan estrogen tinggi, terutama selama kehamilan, memiliki resiko tinggi terjadi KVV karena memiliki tingkat kolonisasi vagina yang lebih tinggi.

Kandidiasis vulvovaginalis menyerang sekitar 75% pada semua wanita hamil setidaknya sekali pada masa hidupnya dan sekitar 50% mengalami kekambuhan atau infeksi berulang. Distribusi berbagai spesies Candida yang ditemukan pada wanita yang terkena KVV sangat bervariasi berdasarkan wilayah penelitian dan populasi. Dalam beberapa tahun terakhir, telah dilaporkan bahwa spesies penyebab KVV telah bergeser dari Candida albicans ke Candida non-albicans, yang lebih sering ditemukan sebagai penyebab KVV pada kehamilan. Infeksi KVV (KVVR) berulang biasanya terkait dengan infeksi C. non-albicans (C. glabrata).  Komplikasi KVV pada kehamilan dapat terjadi sebelum dan sesudah kelahiran. Beberapa penelitian melaporkan  bahwa C. albicans dan C. glabrata menyebabkan infeksi intra-amnion, yang mengakibatkan pecah ketuban, persalinan prematur, dan aborsi spontan. Peningkatan kasus KVV yang disebabkan oleh spesies C. non-albicans menjadi perhatian tersendiri, karena KVV yang disebabkan oleh spesies tersebut lebih resisten terhadap obat antijamur yang digunakan secara rutin, sulit diobati, dan sering menimbulkan kekambuhan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pola Candida sebagai penyebab KVV pada kehamilan, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan KVV dan mencegah terjadinya komplikasi pada ibu atau bayi.

Jenis penelitian ini adalah penelitian experimental laboratorium, sampel diambil secara cross sectional selama 3 bulan dari bulan Maret 2021 – Mei 2021. Populasi penelitian adalah pasien hamil yang melakukan ANC di Poliklinik Hamil RSUD Dr. Soetomo.Kriteria penerimaan subjek penelitian yaitu pasien hamil yang didiagnosis dengan KVV yang memiliki setidaknya satu gejal (keputihan seperti keju atau susu pecah, gatal pada vagina, eritema, dispareunia) dan pemeriksaan KOH dengan pewarnaan Gram positif ditemukan pseudohyphae dan/atau blastospora. Kriteria penolakan adalah pasien hamil dengan diagnosis KVV yang sudah diobati dengan terapi antijamur, intravaginal atau sistemik, dalam 2 minggu terakhir dan pemeriksaan kultur tidak ditemukan pertumbuhan koloni pada media CHROMagar. Sampel spesimen diambil dari fluor vagina dan dikultur pada media CHROMagar. Identifikasi spesies dilakukan dengan metode CHROMagar konvensional pada suhu 35掳C selama 48 jam untuk menghasilkan warna spesifik spesies dan juga pemeriksaan VITEK 2 Compact. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik RS Akademik Umum Dr. Soetomo Surabaya (0156/KEPK/III/2021).

Hasil penelitian ini didapatkan sampel sebanyak 15 pasien hamil yang melakukan ANC yang didiagnosis KVV secara total sampling.  Dengan katakteristik pasien terbanyak (80%) usia produktif (26-35 tahun), usia kehamilan trimester ketiga (73,3%). Keluhan terbanyak dilaporkan keputihan seperti susu/keju disertau gatal (93,3%). Pada pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram didapatkan hasil terbanyak adalah gabungan antara blastospore dan pseudohyphae (80%).

Pada isolasi dan identifikasi spesies didapatkan 18 isolat Candida, 7 (38,8%) isolat Candida albicans, dan 11 (61,1%) isolat Candida non-albicans; dengan rincian spesies yaitu, 7 (54,1%) isolat Candida glabrata, 4 (36,3) isolat Candida dubliniensis, dan 2 (18,1%) isolat Candida

Studi ini menunjukkan tingginya prevalensi spesies Candida non-albicans yang menyebabkan KVV pada kehamilan. Meningkatnya kejadian kasus KVV pada kehamilan yang disebabkan oleh C. non-albicans membuat diagnosis dan penatalaksanaan KVV menjadi lebih kompleks dan sulit. Sebaiknya skrining semua pasien pada trimester pertama/awal kedua untuk mengidentifikasi dan mengobati kasus positif sesegera mungkin untuk menghindari kelahiran prematur yang disebabkan oleh kandidiasis vagina. Analisis kultur dan identifikasi spesies penyebab harus dilakukan pada pasien KVV untuk meningkatkan hasil pengobatan, terutama pada mereka yang telah diobati dengan pengobatan standar tetapi belum terlihat sembuh.

Penulis : dr.Evy Ervianti,Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

Pattern of Candida Species Isolated from Patient with Vulvovaginal Candidiasis in Pregnancy

Indah Purnamasari, Evy Ervianti, Damayanti, Budi Prasetyo, Linda Astari, Pepy D. Endraswari, M. Yulianto Listiawan, Cita Rosita Sigit Prakoeswa

AKSES CEPAT