Ruang Abdi merupakan agenda dari Departemen Pengabdian Masyarakat yang terbagi menjadi dua sub-kegiatan yakni Informasi Pengabdian dan Kegiatan Volunteering. Adanya Ruang Abdi diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 untuk memberikan kontribusinya dalam menghadapi isu-isu sosial lingkungan, dan kemanusiaan yang ada di lingkungan sekitar.
Ruang Abdi Vol 1 telah dilaksanakan dalam bentuk belajar, mengajar, dan bermain dengan anak-anak. Dan berkolaborasi dengan SSChild Surabaya dengan berlatar belakang anak yang kurang mampu perihal kemampuan kognitif. Yang dimana output hasil yang dihasilkan adalah membuat kreasi yang berupa mainan dan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif dari anak-anak tersebut. kegiatan tersebut merupakan poin dari SDGs ke 4 yang mempunyai tema quality education yang mana setiap anak maupun individu berhak mendapat pendidikan yang berkualitas karena pendidikan merupakan tonggak utama dalam sebuah pembangunan suatu wilayah dan inovasi dalam dunia pendidikan juga sangatlah penting, tentunya pendidikan anak-anak sangatlah penting karena pada masa itu mereka dapat menangkap pengetahuan yang mumpuni, oleh karena itu pelatihan kognitif penting terhadap anak anak karena dengan kemampuan kognitif anak itu berfokus pada kemampuan intelektual yang mencakup bagaimana ia memproses informasi,memahami konsep,belajar bahasa dan keterampilan persepsi.
Kegiatan Ruang Abdi Vol 2 akan dilakukan dalam bentuk Beach Clean up dan Tanam Mangrove di Mangrove Wonorejo. Dalam rangka merayakan hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni) dan mendukung SDGs poin 17 yakni 淜emitraan untuk Mencapai Tujuan yang dikemas secara bekerjasama dengan Non Governmental Organization untuk mengumpulkan sumber daya manusia dan memberdayakan mereka dalam melaksanakan penghijauan, dimana Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FEB UNAIR berkolaborasi dengan NGO dan HIMA Akuntansi UNAIR untuk mengumpulkan sampah-sampah dan menanam bibit bakau di Mangrove Wonorejo. Yang dimana output yang dihasilkan adalah berkurangnya resiko terjadinya bencana alam di pantai dan mengurangi dampak perubahan iklim global. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya sampah anorganik yang sulit terurai bagi lingkungan dan diri sendiri.




