51动漫

51动漫 Official Website

400 Mahasiswa Baru FH UNAIR Memulai Perjalanan Akademik di Juristocrat 2025

Humas FH (06/08/2025) | Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) resmi dimulai pada hari Rabu (06/08/2025) melalui acara Juristocrat 2025. Kegiatan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa baru angkatan 2025 untuk mengenal lebih dalam mengenai dunia akademik, budaya kampus, dan dinamika kehidupan mahasiswa FH UNAIR. Juristocrat dirancang bukan hanya sebagai agenda formal, melainkan sebagai wadah transisi intelektual dan emosional dari masa putih abu-abu menuju kehidupan sebagai calon akademisi dan yuris muda.

juristocrat2025

Pagi hari yang cerah dimulai dengan proses registrasi dan pengecekan kedisiplinan peserta. Para panitia telah bersiap sejak pukul 04.30 WIB untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan terkoordinasi dengan baik. Tepat pukul 06.30 WIB, acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC), disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga yang menggema dengan khidmat di seluruh ruangan. Momen tersebut menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus rasa kebanggaan institusional yang kuat bagi para peserta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Project Officer (PO) Juristocrat 2025, Syafira Joice Valenia (2023). Dalam sambutannya, Joice menegaskan bahwa Juristocrat bukan hanya sekedar acara formal untuk menyambut mahasiswa baru, tetapi merupakan gerbang awal pembentukan karakter, integritas, serta rasa kepemilikan terhadap almamater. Ia juga menyampaikan pentingnya kesiapan mental dan keterbukaan hati untuk menghadapi dinamika perkuliahan, sekaligus membangun relasi positif dengan sesama mahasiswa dan civitas akademika.

Setelah sambutan PO, giliran Dekan FH UNAIR, , yang menyampaikan sambutannya kepada para peserta. Dalam sambutannya yang hangat dan penuh makna, Prof. Iman menyampaikan ucapan selamat datang kepada 400 mahasiswa baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar FH UNAIR. Ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari FH UNAIR bukan hanya tentang menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum, tetapi juga tentang menjalani proses pembentukan karakter, tanggung jawab moral, dan kepedulian sosial sebagai calon yuris yang berintegritas.

Usai sesi sambutan, rangkaian kegiatan berlanjut ke sesi materi pertama yang disampaikan oleh Prof. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M. Ph.D., dengan materi yang bertajuk 淪ejarah, Prestasi, dan Proyeksi 51动漫. Beliau menjelaskan bahwa FH UNAIR merupakan salah satu FH tertua di Indonesia. Sejarahnya berawal pada tahun 1952 sebagai cabang dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM). Lebih jauh, salah satu tokoh penting dibalik berdirinya fakultas ini adalah Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo, Sekretaris Negara Republik Indonesia dalam kabinet Presiden Soekarno. Berbekal reputasi akademik yang kuat, sejak era 1970-an FH UNAIR telah dipercaya oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk menjadi fakultas pembina dalam pengembangan pendidikan hukum di wilayah Indonesia timur.

Setelah memahami akar sejarah dan proyeksi besar UNAIR, kegiatan berlanjut dengan materi kedua yang bertajuk 淜egiatan Akademik dan Kampus Berdampak yang disampaikan oleh Dalam pemaparannya, Dr. Enny menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran, bukan sekedar sebagai penerima materi, melainkan sebagai subjek yang membentuk ekosistem akademik yang dinamis dan berdampak. Ia juga memperkenalkan berbagai sistem pembelajaran yang digunakan di FH UNAIR, termasuk sistem penilaian serta pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas dan riset hukum. Beliau mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi sebagai ruang aktualisasi diri yang berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Setelah sesi kedua selesai, acara berlanjut pada materi ketiga yang bertajuk 淔asilitas Akademik dan Kemahasiswaan yang dipaparkan oleh Pada kesempatan ini, beliau menjelaskan berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan FH UNAIR, mulai dari Law Book Store (LBS), Perpustakaan, ruang sidang, dsb. Dr. Syaiful juga memperkenalkan berbagai layanan kemahasiswaan seperti cybercampus, kampus kita, dan dukungan administratif lainnya yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan keberhasilan studi mahasiswa. Seluruh fasilitas ini hanya akan optimal apabila dimanfaatkan secara aktif dan bertanggung jawab oleh mahasiswa.

Materi berikutnya adalah 淜egiatan Kemahasiswaan yang disampaikan oleh selaku sekretaris FH UNAIR. Dalam pemaparannya, Dr. Kukuh menekankan bahwa menjadi mahasiswa FH UNAIR bukanlah hal yang bisa didapatkan oleh semua orang. Setiap dari mahasiswa yang saat ini duduk di Aula Lt. 12 Gedung A. G. Pringgodigdo adalah individu yang terpilih. Di luar sana, terdapat berjuta-juta orang yang bermimpi, tetapi hanya segelintir yang berhasil menginjakkan kaki di sini. Maka, berhasil memasuki FH UNAIR merupakan sebuah privilege, kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ia mendorong para mahasiswa baru untuk memaknai kesempatan ini sebagai amanah yang harus diperjuangkan secara bijak. Tak hanya dalam capaian akademik, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengembangan diri dan institusi.

Berakhirnya peringatan partisipatif oleh Dr. Kukuh, materi dilanjutkan oleh yang menjelaskan 淧rogram Merdeka Belajar dan Kartu Rencana Studi Dr. Dri Utari menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai bentuk transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa melalui MBKM, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar di luar program studi, mengikuti pertukaran pelajar, magang, proyek riset, hingga pengabdian masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, beliau juga memberikan pemahaman teknis terkait penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), termasuk tata cara memilih mata kuliah, pentingnya konsultasi akademik dengan dosen wali, serta strategi dalam merancang studi yang selaras dengan minat, bakat, dan rencana karir jangka panjang. 淧ahami bahwa menyusun KRS bukan hanya sekedar memilih mata kuliah, tetapi merancang jalan hidup akademik kalian, ujar Dr. Dri Utari dalam sesi tersebut. Materi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru dalam menghadapi proses akademik secara lebih mandiri dan terarah.

Materi selanjutnya menghadirkan dan Alvin Andhika Fausta (2021) dari International Office FH UNAIR. Dalam pemaparannya yang sistematis dan memikat, Camelia menyampaikan berbagai peluang internasional yang terbuka luas bagi mahasiswa FH UNAIR, mulai dari program pertukaran pelajar, summer course, hingga kompetisi hukum tingkat internasional. Ia menekankan bahwa menjadi mahasiswa hukum hari ini adalah tentang menjadi warga dunia yang berani menantang batas geografis, bahasa, dan budaya. 淚nternasionalisasi bukan sekadar soal pergi ke luar negeri, tetapi tentang kesiapan intelektual dan karakter untuk berdialog dengan dunia, ungkap Camelia, sembari mengajak para mahasiswa baru untuk membuka mata terhadap dinamika global yang turut membentuk lanskap hukum kontemporer.

Sebagai penutup hari pertama, hadir pula sesi istimewa berupa 淪WOT Training yang dibawakan oleh Knya Lifie Rasendriya (2021) selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Karsa Nala. Dengan pendekatan yang interaktif dan reflektif, Knya mengajak para mahasiswa baru untuk mengenali kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan tantangan (Threats) pribadi mereka masing-masing. Ia membuka ruang dialog batin agar para peserta mampu menyusun strategi personal menghadapi dunia perkuliahan yang kompleks. 淜enali dirimu sebelum kamu melangkah lebih jauh. Karena kekuatan yang sesungguhnya lahir dari keberanian untuk memahami diri sendiri, ujarnya dengan nada tenang namun menggugah.

Baca Juga:

Tepat pukul 16.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan hari pertama Juristocrat 2025 resmi ditutup oleh panitia. Riuh tepuk tangan dan senyuman lelah namun puas dari para peserta menandai berakhirnya satu hari penuh pembekalan, interaksi, dan inspirasi. Hari pertama pun berakhir, meninggalkan jejak semangat, pemahaman, dan tekad baru dalam benak 400 mahasiswa baru FH UNAIR. Bukan hanya wawasan akademik yang mereka peroleh, tetapi juga nilai-nilai kedisiplinan, rasa hormat, dan solidaritas sebagai bagian dari FH UNAIR. Momentum ini menjadi fondasi awal bagi para mahasiswa untuk membangun identitas intelektual sekaligus moral sebagai calon yuris muda.

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani

AKSES CEPAT