Humas FH (06/11/2025) | Dulu mencetak sejarah sebagai mahasiswa yang mempersembahkan kemenangan International Moot Court pertama bagi Fakultas Hukum 51 (FH UNAIR), kini Cristian Luo kembali melangkah lebih jauh dalam karier profesionalnya. Di usia yang baru menginjak 28 tahun, alumni FH UNAIR angkatan 2018 tersebut berhasil mendapatkan sejumlah nominasi bergengsi dari Thomson Reuters Asian Legal Business (ALB) Law Awards, sebuah ajang penghargaan yang diakui luas sebagai barometer prestasi profesional hukum di kawasan Asia. Tahun ini, Cristian masuk dalam tiga kategori sekaligus yakni, In-House Lawyer of the Year, Young Lawyer of the Year (In-House) pada ALB Indonesia Law Awards 2025, dan Energy and Resources In-House Team of the Year pada ALB South East Asia Law Awards 2025. Nominasi tersebut mencerminkan kualitas, dedikasi, dan kiprahnya yang konsisten dalam sektor energi nasional.
Sebagai platform informasi hukum dan bisnis terkemuka yang berada di bawah Thomson Reuters, ALB menetapkan standar evaluasi yang ketat dalam menentukan nominasi. Dewan juri menilai kandidat berdasarkan rekam jejak profesional, kapasitas kepemimpinan, dan kontribusi strategis yang diberikan kepada institusi masing-masing. Dalam konteks itu, pencapaian Cristian menjadi bukti bahwa kiprahnya di industri energi tidak hanya signifikan secara teknis, tetapi juga berpengaruh terhadap tata kelola perusahaan pada level nasional dan regional. Cristian memahami bahwa keberhasilan ini tidak ia jalani sendiri; ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil perpaduan antara kerja keras, kesempatan, dan dukungan puluhan orang yang hadir dalam perjalanan karirnya. Khususnya, ia menyoroti peran mentor yang menjadi fondasi pembentukan karakter profesionalnya.
Cristian secara khusus menyebut Hanna Meliana, sosok mentor yang ia temui ketika berkarier di Hiswara Bunjamin & Tandjung, firma hukum ternama yang banyak menangani perkara korporasi dan transaksi berskala besar. Dari Hanna, Cristian belajar bahwa usia muda bukan alasan untuk menurunkan standar profesional. Ia didorong untuk bekerja setara dengan partner firma hukum besar maupun jajaran C-level perusahaan multinasional yang menjadi kliennya. Meskipun saya masih muda, saya harus memastikan kualitas pekerjaan saya mampu berdiri sejajar dengan para profesional senior. Bukan karena ingin menyaingi, tetapi karena komitmen untuk menjunjung standar yang sama, jelas Cristian. Nasihat itu menjadi prinsip kerja yang ia pegang hingga sekarang dan turut membawanya menuju panggung pengakuan internasional.
Sejak berkuliah di FH UNAIR, Cristian memang dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis kuat dan dedikasi tinggi. Di bawah bimbingan Dr. Nilam Andalia Kurniasari, S.H., LL.M., ia meraih kemenangan internasional pada Maritime Arbitration Moot di National University of Singapore pada tahun 2017. Pada tahun yang sama, ia mengantarkan FH UNAIR meraih kemenangan nasional pertama dalam International Humanitarian Law Moot Court Competition, kemudian mewakili Indonesia di tingkat internasional bersama Prof. Koesrianti, S.H., LL.M., Ph.D. Selain aktif berkompetisi, Cristian juga memegang peran kepemimpinan di banyak organisasi, termasuk sebagai Head of Officers di International Law Students Association, Komisaris Jenderal Masyarakat Yuris Muda Airlangga, dan Ketua Divisi Humas Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Mahasiswa Indonesia.
Baca Juga:
Kesibukan dalam kompetisi dan organisasi tidak menghalangi Cristian untuk berprestasi secara akademik. Ia berhasil menyelesaikan studi dengan predikat cumlaude, membuktikan kemampuannya menyeimbangkan aktivitas akademik dan aktivitas eksternal secara efektif. Kini, dengan prestasi profesional yang diakui secara internasional, Cristian menjadi contoh nyata bahwa pendidikan, kedisiplinan, dan keberanian mengambil peluang dapat membuka pintu-pintu besar dalam karier hukum. Kisahnya tidak hanya membanggakan FH UNAIR, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia profesional hukum yang kompetitif.
Penulis Kontributor : Riski Setiabudi
Editor : Angelique Novelyn & Masitoh Indriani




