Humas FH (20/11/2025) | Memasuki hari kedua Airlangga Startup Summit and Innovation Expo (ASSIE) III 2025, suasana pameran semakin dinamis dengan meningkatnya jumlah pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelaku usaha rintisan, hingga perwakilan instansi. Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) kembali hadir aktif melalui booth kolaboratif yang terdiri dari Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) serta Airlangga Center for Legal Drafting & Professional Development (ALC). Hari kedua menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi, memberikan edukasi hukum, dan memperkenalkan layanan secara lebih mendalam kepada publik.
Pada hadi kedua ini, UKBH memberikan fokus pada edukasi mengenai kesadaran hukum masyarakat serta pentingnya perlindungan hak dasar warga negara. Banyak pengunjung yang berdiskusi mengenai permasalahan hukum sehari-hari, seperti sengketa ringan, perlindungan konsumen, dan persoalan kontraktual sederhana. UKBH memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat dapat memperoleh pendampingan hukum secara terukur, prosedur yang harus dipenuhi, serta contoh penanganan kasus faktual yang selama ini telah ditangani sebagai wujud pelayanan hukum yang humanis dan profesional.
Selain itu, UKBH juga memperkenalkan program sosialisasi hukum yang selama ini mereka jalankan melalui pengabdian masyarakat di berbagai daerah. Pengunjung tertarik mengetahui bagaimana mahasiswa dapat terlibat dalam layanan advokasi nyata sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi. Diskusi yang terjadi menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pendidikan hukum publik semakin tinggi, terutama di era digital yang membuat masalah hukum semakin kompleks dan cepat berkembang.
Di sisi lain, ALC pada hari kedua lebih menonjolkan perannya dalam menyusun kapasitas hukum yang dibutuhkan dunia birokrasi dan usaha modern. Banyak peserta expo yang menanyakan bagaimana pelatihan penyusunan peraturan dan dokumen hukum dapat membantu memperkuat tata kelola organisasi. ALC menjelaskan bahwa kompetensi legal drafting kini menjadi keahlian strategis yang tidak hanya penting bagi praktisi hukum, tetapi juga bagi pelaku usaha, pemimpin organisasi, hingga pejabat publik yang terlibat dalam perumusan kebijakan.
ALC juga memperkenalkan beberapa contoh kurikulum pelatihan yang telah berhasil diselenggarakan, mulai dari pelatihan penyusunan naskah akademik, penyusunan kontrak berstandar bisnis modern, hingga pelatihan teknis penyusunan regulasi yang memenuhi standar keabsahan, konsistensi, dan keterbacaan publik. Kehadiran materi praktis ini menarik perhatian peserta yang ingin meningkatkan profesionalisme hukum dalam institusi masing-masing dan memastikan bahwa proses penyusunan dokumen hukum berjalan sesuai kaidah terbaik.
Baca Juga:
Hari kedua ASSIE III 2025 menjadi momentum lanjutan bagi FH UNAIR untuk menunjukkan peran pendidikan hukum dalam menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan sektor bisnis secara komprehensif. Interaksi yang intens terjadi sepanjang hari, memperlihatkan bahwa booth kolaboratif antara UKBH dan ACLADEP mampu menjadi media edukasi publik yang efektif. Melalui kegiatan ini, FH UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus hadir, berkembang, dan berkontribusi nyata dalam penguatan budaya hukum dan profesionalisme di Indonesia.
Penulis: Angelique Novelyn
Editor: Masitoh Indriani




