Humas (25/5/2023) | Menjadi IISMA awardee adalah mimpi kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Hukum 51动漫 karena poin prestisnya yang dapat mengantarkan banyak mahasiswa dan mahasiswi untuk meraih objektif sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hal inilah yang mengantarkan Iqbal Fauzurrahman, seorang mahasiswa Fakultas Hukum 51动漫 angkatan 2020 untuk mendaftarkan dirinya pada IISMA 2023. Dirinya berhasil menjadi awardee IISMA di the University of Western Australia, yang merupakan universitas dengan intensif riset terbaik di Australia. Dia berhasil lolos dengan skor IELTS sebesar 8.
Iqbal merupakan mahasiswa dengan peminatan Hukum Internasional, sehingga belajar di luar negeri adalah salah satu sarana yang menurutnya bisa membantu mengkatalis mimpinya. Dia juga memiliki urgensi untuk memakai kemampuannya untuk membantu Indonesia berkembang. Berkembang dalam gap ilmu yang ada pada yurisdiksi legal agar tercipta pendekatan praktis pada pembentukan negara Indonesia itu sendiri. Untuk melakukan hal ini, Iqbal merasabahwa kolaborasi dan pengembangan ilmu menjadi sangat penting. Dirinya harus mendapatkan insight pada dunia diplomatik dan konsular dengan belajar secara langsung di luar negeri.
Selain kemauan kuatnya, diterimanya Iqbal sebagai awardee itu bukan tanpa perjuangan. Dirinya mengatakan bahwa sangat penting untuk menyusun esai dengan susunan yang tepat dengan memasukan segala unsur yang diperlukan. Iqbal menulis pencapaian, rencana saat diterima, tantangan yang ia hadapi selama ini dan bagaimana cara mengatasinya, kondisi fisik dan mental, serta keaktifannya di kampus pada esainya. Selain esai, Iqbal juga mengaku bahwa english proficiency test atau test bahasa Inggris menjadi determinan dalam pemilihan awardee.
Selain pada persiapan diri, strategi menjadi hal kedua yang terpenting. Strategi-strategi seperti spesialisasi universitas, world ranking, mata kuliah, standard kompetensi, negara tujuan, jumlah pesaing,, dna tujuan pribadi masing-masing calon awardee sangat penting agar tembakan bisa tepat sasaran. Tetapi, host university manapun yang nantinya didapat saat penngumuman tidak menentukan besar atau kecil kemungkinan kita. Karena Iqbal merasa bahwa tiap host university memiliki objektifnya masing-masing dalam memilih awardee.
Proses diterima menjadi awardee IISMA memang tidak mudah, tetapi pelaksanaan programnya juga tak kalah sulit. Dengan adanya sistem monitoring dan evaluasi, awardees ”dipaksa” untuk disiplin dan mendapatkan sebanyak mungkin ilmu. Hal ini merupakan salah satu hal yang menurut Iqbal sangat bagus dari program IISMA.
Sebagai penutup, Iqbal memberikan pesan dan kesan terhadap teman-teman mahasiswa yang berminat untuk mengikuti IISMA. ”Pesan saya kepada teman – teman yang ingin mendaftar Beasiswa IISMA adalah persiapkan dengan baik, mulailah dari sekarang supaya kalian tidak menyia-nyiakan waktu. Lakukan yang terbaik dengan semaksimal mungkin karena yakinlah bahwa semua pasti berarti di kemudian hari,”
Penulis: Alldeira Lucky Syawalayesha




