Delegasi Fakultas Hukum 51动漫 kembali mencetak prestasi pada kompetisi Philip C. Jessup International Moot Court Competition. Delegasi beranggotakan Alexander (2020), Nabiilah Yaasmiin Lihawa (2021), Delfi Nilarosa Alfiana (2021), Leony Amanda Mutiara Sitohang (2021), Tanaya Anindhita Vala (2020), Axel Cross (2019), Michael Christian Budianto (2019), Finkha Triana (2022), Saniyah El Ismah (2022), Alldeira Lucky Syawalayesha (2022), dan Nisrina Mumpuni Eurikinasih (2022) itu berhasil menyabet gelar 2nd Runner Up pada Indonesian National Rounds. Selain itu, mereka juga berhasil meraih gelar 2nd Best Combined Memorials dan 2nd Best Respondent Memorials, serta Alexander berhasil meraih gelar The Best Oralist dan Delfi Nilarosa meraih gelar The 2nd Best Oralist.
Kompetisi itu sendiri dilaksanakan pada 4 5 Februari 2023 untuk tahap preliminary rounds dan 11 Februari 2023 untuk tahap advanced rounds. Kompetisi Jessup diselenggarakan secara hybrid, di mana preliminary rounds diadakan secara online melalui Zoom Meeting dan advanced rounds diadakan secara offline di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Berkat keberhasilan Alexander dan timnya menjadi salah satu dari empat tim dengan ranking tertinggi pada babak Indonesian National Rounds, mereka pun melaju ke babak selanjutnya yaitu babak International Rounds yang akan dilaksanakan pada 8 15 April 2023 di Washington DC, Amerika Serikat.
Delegasi Jessup FH UNAIR bersama Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Syarifuddin., S.H., M.H. (Dok: Alexander)
Tentu ini bukan kali pertama tim Jessup FH UNAIR berhasil menjadi juara dan melaju ke babak internasional. Alexander selaku ketua tim mengatakan persiapan yang matang sangat dibutuhkan untuk menghadapi kompetisi paling bergengsi di kalangan pegiat hukum internasional ini. Pada kompetisi kali ini, tim Alexander mendapatkan kasus yang terdiri dari empat claims, yaitu legalitas tindakan self-defence terhadap entitas bukan negara serta serangan sipil dan propertinya, legalitas dari pemekerjaan dan pemindahan tahanan perang, legalitas dari sanksi ekonomi unilateral, dan konsekuensi legal dari kegagalan membuang sampah berbahaya.
Alexander menceritakan untuk persiapan Jessup sendiri, mereka memulai dari bulan September 2022. Kemudian, mereka mempersiapkan pengumpulan memorials pada Januari 2023 dan oral pleading pada Februari 2023.
淛adi persiapannya sekitar empat bulan untuk memorial submission dan lima bulan untuk oral pleading. Tentu tidak dapat dipungkiri bahwa kami juga mengalami kesulitan, apalagi lomba ini terhitung prestigious. Substance-nya juga cukup menantang, papar Alexander.
Kendati begitu, mereka sangat senang ketika diumumkan sebagai salah satu dari keempat tim terbaik nasional. Mereka bersyukur karena dapat melaju ke babak selanjutnya yaitu babak internasional. Tidak mudah bagi tim yang terdiri dari anggota yang baru mengenal satu sama lain untuk meraih Juara III di tingkat nasional.
淜ami menghadapi susah senang bersama-sama, mungkin itu yang membuat kami jadi lebih mengenal satu sama lain. Kami juga senang sekali bisa berhasil menjadi Juara III di National Rounds. As they said, hard work always pays off, ujar Alexander.
Sebagai penutup, Alexander menyampaikan pesan serta tips dan trik untuk tim Jessup tahun depan. Ia berpesan untuk jangan menyerah karena Jessup memang bukan kompetisi yang mudah. Kompetisi Jessup memerlukan research yang ekstensif, kerja sama tim yang baik, dan manajemen waktu yang bagus. Salah satu trik khusus yang dianut oleh tim Jessup tahun ini yaitu confidence is the key.
淭erutama untuk kerja sama tim yang baik, menurut saya itu merupakan tips yang paling penting dalam mempertahankan kemenangan. Workload dari kompetisi Jessup sangat berat, jadi hanya bisa dilalui dengan baik apabila anggota timnya kompak. Selain itu, kita juga harus percaya diri dengan kemampuan tim. Kami percaya bahwa tim kami adalah yang terbaik. Dengan mindset yang confident seperti ini akan membantu untuk mengatasi rasa cemas yang akan muncul dan membantu anggota untuk berkompetisi secara maksimal. Always have faith in ourselves, pungkas Alexander.
Penulis : Dewi Yugi Arti





