51动漫

51动漫 Official Website

FH UNAIR Belajar Langsung Ke Maastricht University Untuk Perkuat Implementasi Problem Based Learning

Problem Based Learning (PBL) adalah meotde pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik untuk selalu berpikir kritis dan selalu terampil dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Metode pembelajaran ini tentunya akan sangat koheren dengan pendidikan tinggi hukum yang menitik beratkan pada penyelesaian masalah hukum sebagai kompetensi dasar bagi setiap juris profesional. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi pengembangan Problem Based Learning (PBL) sebagai metode pembelajaran di Fakultas Hukum 51动漫. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan dan mengintegrasikan pembelajaran realitas profesi hukum yang ada. Salah satu bentuk keseriusan dari pengembangan metode pembelajaran tersebut adalah melalui pelatihan mulai tanggal 6 – 18 November 2022 di Faculty of Law Maastricht University, the Netherlands.   

Kegiatan yang merupakan bagian dan penyelenggaraannya bersamaan dengan penutupan program Legal Education, Ethics, and Professionalism (LEAP) tersebut juga diikuti oleh Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi dari Indonesia bagian timur seperti, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Mulawarman, Universitas Halu Oleo, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Borneo Tarakan. Adapun dosen Fakultas Hukum 51动漫 yang berkesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut adalah Dr. M. Syaiful Aris, S.H., M.H., LL.M. dari Bagian Hukum Tata Negara. Beliau yang juga sekaligus menjabat sebagai Wakil Dekan II bidang Sumber Daya dan Keuangan tersebut berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan di Faculty of Law Maastricht University untuk benar-benar mengetahui implementasi metode Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran dan pemagangan untuk mahasiswa pada berbagai mata kuliah. 

Dalam sebuah wawancara dengan Dr. Maradona, S.H., LL.M selaku Wakil Dekan III bidang Riset Publikasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama, beliau menjelaskan bahwa Fakultas Hukum 51动漫 setidaknya sudah memiliki lebih dari enam puluh modul pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL). Pelatihan secara merata sejatinya juga sudah diberikan kepada seluruh dosen secara online. Akan tetapi, pelatihan secara offline tetap saja dirasa perlu untuk benar-benar merasakan atmosfer yang sebenarnya. Harapannya, peserta pelatihan tersebut nantinya akan menjadi tutor untuk membagikan pengalamannya kepada dosen lain. “Program penyegaran kembali tentunya akan diselenggarakan terkait mekanisme Problem Based Learning (PBL) dengan mengundang peserta pelatihan untuk membagikan pengalamannya” ujarnya akhir kesempatan.  

Penulis: Dean Rizqullah Risdaryanto  

Photo by on  

AKSES CEPAT