51动漫

51动漫 Official Website

FH UNAIR Hadirkan Max Steuer: Kupas Peran Pengadilan Konstitusi dalam Demokrasi Global

Humas FH (21/04/25) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) kembali menghadirkan pengalaman akademik berkelas dunia melalui Guest Lecture pada 15 April 2025. Bertajuk 淒emocracy, 淟egal Science and Constitutional Adjudication, kelas tamu ini diisi oleh Dr. Max Steuer dari Jindal Global Law School dan Comenius University in Bratislava secara daring. Fokus pada mata kuliah Perbandingan Konstitusi (Program Magister Ilmu Hukum), sesi ini mengajak mahasiswa menyelami hubungan kompleks antara demokrasi, hukum, dan peran pengadilan konstitusi di tengah dinamika global.

Dengan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu hukum dan politik, Dr. Max Steuer membawa perspektif segar tentang keterkaitan erat antara hukum dan politik dalam sistem demokrasi. Berfokus pada negara-negara Visegrad Four (Hungary, Slovakia, Czechia, Poland) di Eropa Tengah, ia mengeksplorasi bagaimana pengadilan konstitusi beroperasi di negara-negara dengan sejarah panjang rezim otoriter, sembari menarik paralel dengan negara-negara di 淕lobal South seperti India dan Indonesia.

淧engadilan konstitusi bukan sekadar penjaga konstitusi, tetapi juga cerminan dinamika demokrasi itu sendiri, ungkap Steuer, membuka diskusi tentang mengapa pengadilan konstitusi menjadi semakin relevan di era modern. Ia menyoroti meningkatnya kompleksitas masyarakat dan konflik sosial sebagai pemicu maraknya constitutional adjudication, proses pengujian undang-undang terhadap konstitusi yang kini menjadi fenomena global.

Sesi ini mengupas perdebatan klasik Kelsen-Schmitt yang membentuk evolusi pengadilan konstitusi, sekaligus mengkritik konsep demokrasi minimalis yang sering memandang pengadilan konstitusi sebagai antitesis kehendak mayoritas. Steuer memperkenalkan konsep countermajoritarian difficulty, di mana pengadilan konstitusi kerap dituduh melemahkan demokrasi dengan 渕engendalikan legislatif yang mewakili suara rakyat. 淭uduhan seperti 榓ktivisme yudisial sering muncul, tetapi kita perlu memahami esensi judicial restraint untuk melihat peran pengadilan secara utuh, jelasnya.

Dalam kesimpulannya, Steuer menyerukan pendekatan baru dalam studi konstitusi melalui comparative constitutional studies, sebagaimana diusung oleh Ran Hirschl. Ia mengajak generasi muda, baik court insiders maupun court enthusiasts untuk terus mengkaji peran pengadilan konstitusi dalam menjaga demokrasi. 淢asa depan pengadilan konstitusi tak bisa dipisahkan dari masa depan demokrasi itu sendiri, tegasnya, meninggalkan pesan inspiratif bagi mahasiswa FH UNAIR.

Baca Juga:

Acara ini menegaskan komitmen FH UNAIR dalam menghadirkan wacana akademik bertaraf internasional. Dengan menghadirkan narasumber seperti Max Steuer, FH UNAIR terus mendorong mahasiswanya untuk berpikir global, kritis, dan inovatif dalam memahami isu-isu hukum kontemporer. Kelas tamu ini bukan hanya sekedar kuliah, tetapi juga sebuah undangan untuk merenungkan peran hukum dalam menjaga demokrasi di tengah dunia yang terus berubah.

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

AKSES CEPAT