Humas FH (21/11/2025) | 51¶¯Âþ mencatatkan prestasi internasional yang membanggakan. Indria Wahyuni, S.H., LL.M., Ph.D., dosen Fakultas Hukum UNAIR, berhasil memperoleh pendanaan prestisius Erasmus+ Jean Monnet Modules untuk periode 2025“2028. Pendanaan ini diberikan untuk proyek pengajaran dan penelitian bertajuk œEU Climate Policy and Sustainable Development (EU-CPSD), memperkuat kiprah Dr. Indria sebagai salah satu akademisi Indonesia yang aktif dalam studi Uni Eropa.
Program yang didanai tersebut terdiri dari dua modul utama yang saling berkaitan. Modul pertama membahas kebijakan iklim Uni Eropa secara menyeluruh, mulai dari landasan hukum dan kebijakan iklim, strategi mitigasi perubahan iklim, kebijakan adaptasi dan ketahanan, transisi menuju energi hijau, hingga integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam kebijakan Uni Eropa. Modul kedua fokus pada hubungan krusial antara kebijakan perdagangan Uni Eropa dan agenda iklim Uni Eropa, dua sektor yang semakin terintegrasi dalam dinamika global modern.
Dalam proyek ini, Dr. Indria menekankan bahwa penguatan aspek keberlanjutan dalam kebijakan iklim tidak hanya memperkokoh peran Uni Eropa sebagai pemimpin global, tetapi juga mendorong negara-negara lain untuk menerapkan standar lingkungan dan sosial yang lebih tinggi. Program ini turut mendukung pencapaian SDG 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim, serta memperluas pemahaman mengenai bagaimana kebijakan internasional berperan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.
Secara keseluruhan, EU-CPSD bertujuan menghadirkan rangkaian kegiatan akademik yang komprehensif mengenai kebijakan iklim Uni Eropa dan isu-isu keberlanjutan. Fakultas Hukum UNAIR akan mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran baru, mulai dari kelas hybrid, riset interdisipliner, simposium publik, hingga kegiatan pengabdian masyarakat. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memperkaya kemampuan analitis mahasiswa serta memperdalam wawasan mereka mengenai perkembangan kebijakan internasional terkini.
Baca Juga:
Dalam memastikan akses yang lebih luas dan inklusif, program ini akan menerapkan model blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) UNAIR. Dengan pendekatan ini, peserta dari berbagai latar belakang dapat mengikuti modul tanpa batasan gender, kebangsaan, ataupun negara asal.
51¶¯Âþ menyampaikan apresiasi dan selamat yang setinggi-tingginya kepada Dr. Indria Wahyuni atas capaian luar biasa ini. Prestasinya tidak hanya mengharumkan nama UNAIR, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam memperkuat diskursus global mengenai pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim. Semoga keberhasilannya menginspirasi para akademisi lain untuk terus mengembangkan riset dan kegiatan pendidikan berwawasan internasional yang berdampak luas.
Sumber gambar: https://www.etnmagazine.eu/erasmus/erasmus-2021-2027-first-call-approved/
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




