Humas FH (27/10/2025) | Komunitas Peradilan Semu Fakultas Hukum 51动漫 (KPS FH UNAIR) berhasil menyelenggarakan National Moot Court Competition (NMCC) A.G. Pringgodigdo X. Program kerja ini merupakan kegiatan dua tahun sekali yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai universitas di Indonesia untuk berkompetisi dalam simulasi persidangan tingkat nasional. NMCC A.G. Pringgodigdo X kali ini mengusung tema Membentuk Pemahaman yang Holistik bagi Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) tentang Pengadilan Niaga sebagai Pilar Keadilan Ekonomi yang berfokus pada penerapan nilai keadilan, supremasi hukum, serta profesionalitas calon penegak hukum di masa depan. Kompetisi berlangsung di lingkungan FH UNAIR pada hari Jumat (17/10/2025) hingga Minggu (19/10/2025) dan diikuti oleh 11 universitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan NMCC Pringgodigdo X dilaksanakan pada hari Jumat (17/10/2025) di Aula Lt. 12 Gedung A.G. Pringgodigdo FH UNAIR. Acara dibuka dengan pertunjukan wayang yang merepresentasikan nilai-nilai keadilan dan filosofi hukum Indonesia, disusul dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai tokoh penting, antara lain Ludwig Sihombing (2023) selaku Project Officer (PO), Muhammad Nurcholish (2022) selaku Ketua Umum KPS FH UNAIR, Prof. M. Hadi Shubhan, S.H., M.H., C.H., selaku Dekan FH UNAIR, Ir. H. Armuji, M.H., selaku Wakil Wali Kota Surabaya, dan Keluarga Besar Pringgodigdo. Kemeriahan acara pembukaan juga ditandai dengan arak-arakan delegasi dari berbagai universitas, pengenalan maskot, serta pengenalan piala dan pengembalian piala bergilir oleh pemenang tahun sebelumnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kompetisi sidang berlangsung pada hari Sabtu (18/10/2025) dan Minggu (19/10/2025) di lingkungan FH UNAIR. Seluruh delegasi dari berbagai universitas berpartisipasi dalam rangkaian tahapan kompetisi yang terdiri atas pembacaan berkas perkara (memorial), pemeriksaan saksi dan alat bukti, serta penyampaian pleidoi dan replik-duplik di hadapan majelis hakim semu. Setiap tim menampilkan performa terbaiknya dengan mengedepankan kemampuan analisis hukum, retorika persidangan, serta pemahaman terhadap substansi perkara yang diangkat. Rangkaian sidang berlangsung secara intens dan kompetitif, dengan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi hukum, serta aparat penegak hukum seperti hakim dan jaksa. Para juri menilai penampilan peserta berdasarkan aspek substansi hukum, kemampuan argumentasi, teknik litigasi, serta ketepatan dalam menerapkan prinsip hukum acara pidana maupun perdata sesuai tema kompetisi.
Baca Juga:
Memasuki malam Minggu (19/10/2025), kegiatan dilanjutkan dengan Gala Dinner dan Awarding Night yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara NMCC A.G. Pringgodigdo X. Acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh kehangatan, diiringi suasana kebersamaan antara panitia, peserta, dan tamu undangan. Rangkaian acara diisi dengan sambutan, penampilan seni, serta refleksi kegiatan yang menjadi momen apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi ini. Pada malam penghargaan tersebut, diumumkan para pemenang dari berbagai kategori yang telah dinilai secara ketat oleh dewan juri. Adapun penghargaan yang diberikan meliputi Juara 1, Juara 2, Juara 3, Saksi/Ahli Terbaik, Penggugat Terbaik, Panitera Pengganti Terbaik, Majelis Hakim Terbaik, Tergugat Terbaik, dan Berkas Terbaik. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan sportivitas seluruh delegasi yang telah berkompetisi dengan semangat.
Dengan berakhirnya acara ini, KPS FH UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pembelajaran hukum yang aplikatif, berintegritas, dan berdaya saing nasional. Melalui NMCC A.G. Pringgodigdo X, KPS FH UNAIR kembali membuktikan perannya sebagai pelopor kegiatan peradilan semu yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan semangat penegakan hukum yang berkeadilan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan profesionalisme bagi mahasiswa hukum di seluruh Indonesia. Melalui pengalaman beracara secara langsung di hadapan dewan hakim semu, peserta diharapkan mampu memahami kompleksitas praktik hukum sekaligus menumbuhkan sikap kritis, objektif, dan beretika dalam menegakkan keadilan.
Penulis : Angelique Novelyn
Editor : Masitoh Indriani




