Humas (14/11/2024) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) kembali mengadakan kuliah tamu pada Selasa, 12 November 2024, dengan topik “Memahami Penyelesaian Sengketa Internasional dari Perspektif Hubungan Internasional”. Pada kesempatan ini, , dosen dan pakar Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), membahas penyelesaian sengketa internasional melalui pendekatan berbagai aliran pemikiran dalam kajian Hubungan Internasional, yaitu realisme, liberalisme, dan konstruktivisme.

Dr. Randy membuka sesi dengan menguraikan dasar-dasar pemikiran dari masing-masing aliran tersebut dan bagaimana setiap pendekatan ini memandang peran hukum internasional dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik antarnegara. Menurutnya, pemahaman terhadap perbedaan perspektif ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mampu menganalisis dan merumuskan solusi dalam situasi nyata yang melibatkan konflik lintas negara.
Pendekatan Hubungan Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Internasional
Dalam konteks realisme, Dr. Randy menjelaskan bahwa aliran ini melihat negara sebagai aktor utama yang berperilaku rasional demi kepentingan nasionalnya. Negara cenderung mempertahankan kekuatan dan keamanannya, sehingga penyelesaian sengketa sering kali melibatkan negosiasi yang mempertimbangkan kekuatan militer dan kekuatan politik negara yang terlibat. Realisme berfokus pada pendekatan pragmatis yang mempertimbangkan aspek kekuatan, sehingga solusi biasanya bersifat kompromis dengan memperhitungkan siapa yang memiliki pengaruh lebih besar.
Dr. Randy kemudian menjelaskan perspektif liberalisme, yang percaya pada pentingnya kerjasama internasional dan institusi global dalam menjaga perdamaian. Menurut aliran ini, negara-negara sebaiknya menyelesaikan sengketa melalui dialog dan peran institusi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mahkamah Internasional (ICJ), atau organisasi regional. Liberalisme memandang bahwa kerja sama lintas batas, saling ketergantungan, serta norma-norma internasional dapat mengurangi potensi konflik dan memfasilitasi penyelesaian yang lebih damai dan berkeadilan.
Selanjutnya, Dr. Randy menguraikan perspektif konstruktivisme, yang menyoroti pentingnya identitas, budaya, dan norma sosial dalam membentuk hubungan antarnegara. Menurut konstruktivisme, sengketa internasional tidak hanya dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi atau politik, tetapi juga oleh persepsi, nilai, dan identitas negara-negara yang terlibat. Konstruktivisme melihat bahwa konflik dapat diselesaikan melalui pemahaman mendalam terhadap perbedaan budaya dan identitas, serta mengubah cara pandang negara-negara dalam menyikapi konflik.
Antusiasme Mahasiswa dan Diskusi Mendalam
Kuliah tamu ini mendapat sambutan positif dari para mahasiswa. Mereka antusias bertanya dan berdiskusi mengenai penerapan berbagai perspektif ini dalam situasi konflik nyata. Salah seorang mahasiswa, Alvin, menyatakan bahwa pendekatan multiteori ini memberikan wawasan baru dan relevan bagi mereka yang tertarik untuk memahami dinamika penyelesaian sengketa internasional. 淧enjelasan dari Dr. Randy membuka pemahaman kami bahwa setiap sengketa tidak hanya dapat dilihat dari satu sudut pandang, tetapi perlu mempertimbangkan aspek kekuatan, kerjasama, serta nilai-nilai budaya, ungkapnya.
Baca Juga:
Pada akhir sesi, Dr. Randy menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa FH UNAIR dalam mendalami topik hubungan internasional dan hukum. Beliau juga berharap agar kolaborasi akademik antar institusi dapat terus dikembangkan untuk mendukung kajian mendalam di bidang diplomasi dan hukum internasional. Kuliah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran penting berbagai perspektif dalam menjaga perdamaian dunia dan menyelesaikan konflik antarnegara secara konstruktif.
Editor: Masitoh Indriani




