Humas FH (24/11/2025) | Mahassiwa Fakultas Hukum 51动漫 melalui Delegasi Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) Fakultas Hukum 51动漫 menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim delegasi berhasil meraih Juara 2 pada ajang Constitutional Drafting Padjajaran Law Fair 2025, sebuah kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran. Kompetisi ini mengusung tema 淒emokrasi dan Kesejahteraan, dan berlangsung pada 20 hingga 22 November 2025.

Delegasi ini diketuai oleh Melati Milda Syahri Ramdhani (2022), dengan anggota tim: Addin Nuril Luthfiyah (2023), Agnis Zediana (2023), Nadirah Dinta Ardiyanti (2023), Raisha Putri Maharani (2023), serta Rifki Sabri Ramadhani (2022). Mereka tampil sebagai perwakilan FH UNAIR dan berhasil melewati rangkaian penilaian yang menguji ketajaman analisis, kedalaman argumentasi hukum, dan kemampuan merumuskan naskah perubahan konstitusi secara komprehensif.
Melati Imelda menjelaskan bahwa persiapan tim berjalan dengan ritme yang santai namun konsisten. 淯saha dan persiapan kami sebenarnya seperti delegasi lomba pada umumnya. Orang-orangnya santai, tapi progress tetap jalan, ungkapnya. Meski demikian, proses tersebut tidak lepas dari tantangan besar. Salah satunya adalah fakta bahwa ini merupakan kompetisi constitutional drafting pertama bagi seluruh anggota delegasi sehingga mereka sempat kebingungan menentukan langkah awal.
Melati juga menuturkan bahwa adanya jarak antara delegasi tahun-tahun sebelumnya yang pernah mengikuti kompetisi serupa membuat mereka sempat kesulitan mencari referensi dan arah konsultasi. 淜ami bingung harus berkonsultasi mengenai hal-hal yang perlu dilakukan untuk persiapan dan mengolah kasus posisinya, ujarnya. Namun, dengan bimbingan para dosen khususnya dari bidang Hukum Tata Negara, tim berhasil membangun fondasi analisis yang kuat.
Baca Juga:
Tantangan terbesar muncul saat mengolah kasus posisi mengenai perubahan konstitusi yang dinilai sangat kompleks. Tim harus menggali gagasan-gagasan filosofis yang menjadi dasar perubahan konstitusi agar tidak melenceng dari tujuan dan amanat konstitusi itu sendiri. 淜ami harus benar-benar menemukan titik filosofis dari segala gagasan kami. Tidak bisa asal mengubah, harus paham alasan-alasan normatif dan filosofisnya, jelas Melati.
Meski penuh tantangan, kerja keras dan kolaborasi tim akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Melati berharap pengalaman ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa FH UNAIR lainnya. Ia berpesan, 淛angan pernah ragu untuk mencoba hal baru, karena dari hal baru kita bisa lebih mengeksplor pengetahuan dan memahami hal-hal yang mungkin tidak kita dapatkan di kompetisi atau kegiatan lain. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen FH UNAIR dalam mencetak mahasiswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang hukum tata negara dan pengembangan nalar kritis konstitusional.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




