Humas (18/7/2023) | Baru-baru ini, salah satu dosen pengajar di 51动漫 yakni menjadi tamu undangan pada acara yang diadakan oleh Centre for International Law atau CIL National University of Singapore (NUS). Acara ini adalah upaya dari NUS untuk mengumpulkan ahli hukum marine environment di Kawasan ASEAN untuk memperkuat regulasi ASEAN dalam perlindungan lingkungan laut. Para ahli diharapkan dapat memberi input kepada ASEAN dalam bentuk action plan ketika acara ini berakhir. Acara yang diadakan oleh CIL ini bernama 楻egional Consultation on the Protection of the Marine Environment to Support the ASEAN Blue Economy yang didakan pada 26 hingga 27 Juni 2023. Acara ini diadakan di Four Points oleh Sheraton Singapore.
Hari pertama acara ini diisi oleh registrasi; opening remarks oleh Prof. Chou Loke Ming tentang sejarah keterlibatan ASEAN dengan perlindungan lingkungan kelautan termasuk perubahan pendana, hubungan dengan COBSEA, dan peran COST; pemberitahuan gambaran besar melalui berbagai prespektif termasuk dari prespektif, termasuk dari prepsektif pengawasan institusi internasional, prespektif struktur pemerintahan yang didominasi industri, dan prespektif pengawasan industri internasional yang terbatas. Kemudian dilanjutkanlah acara ini di hari kedua yang kebanyakan diisi dengan group discussion dan juga pengambilan kesimpulan. Pada hari kedua inilah partisipasi akademisi yang menjadi tamu undangan dibutuhkan. Karena group discussion tersebut membahas hal yang fundamental terhadap pembuatan output, yakni SWOT untuk menyusun kebijakan regional.
CIL selain mengundang para akademisi untuk berkumpul, berdiskusi, dan juga mengashilkan ouutput, tetapi juga memberikan sarana dan prasarana untuk mereka termasuk biaya perjalanan udara, biaya perjalanan darat, dan juga akomodasi yang dapat dinikmati para tamu undangan saat sedang berada di Singapura. Dengan fasilitas sebanyak ini, pastilah bukan hanya NUS tetapi juga akademisi yang menjadi tamu undangan bisa menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi perlindungan bagi lingkungan kelautan untuk mendukung ekonomi biru ASEAN. Hal ini dapat mempertahankan dan juga memperkuat keadaan ekonomi di ASEAN yang sedang dan terus akan berkembang seiring berkembangnya jaman.
淔orum ini merupakan forum yang sangat penting bagi kami para akademisi untuk membincang isu terkini, apalagi berhubungan dengan regulasi yang memperkuat posisi ASEAN. Di forum ini juga, tentu menjadi ajang updating bagi mahasiswa tentunya. Betapa isu-isu terkini terkait dengan regulasi ASEAN yang berhubungan dengan marine environment sedang menjadi fokus banyak akademisi di banyak negara, khususnya negara anggota ASEAN, bagi yang concern di isu ini, bisa dijadikan riset tentunya tutup Indah dalam kesempatan interview dengan tim FH News.
Penulis: Alldeira Lucky Syawalayesha




