Humas FH (04/08/2025) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru 51动漫 (PKKMB UNAIR) 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lt. 12 Gedung A. G. Pringgodigdo FH UNAIR pada Jumat (01/08/2025). Sebagai agenda rutin tahunan, PKKMB bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai dunia perkuliahan dan nilai-nilai dasar UNAIR kepada mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Pemilihan Aula Lt. 12 Gedung A. G. Pringgodigdo sebagai tempat pelaksanaan menunjukkan dukungan nyata FH UNAIR dalam menyukseskan kegiatan orientasi tingkat universitas ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khidmat melalui nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Airlangga sebagai bentuk penghormatan terhadap negara dan institusi pendidikan. Momen tersebut menandai dimulainya orientasi mahasiswa tingkat universitas secara resmi. Pembukaan PKKMB dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FH UNAIR, Prof. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Iman menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa baru terhadap sejarah dan nilai-nilai dasar UNAIR sebagai pondasi dalam membangun rasa tanggung jawab dan keterikatan terhadap almamater. Identitas sebagai bagian dari UNAIR juga diharapkan dapat terus dibawa dan dijaga baik selama masa studi maupun setelah menyelesaikan pendidikan.
Kemudian, kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi mengenai sejarah UNAIR. Materi ini disampaikan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada perjalanan panjang dan peran strategis UNAIR dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. UNAIR resmi berdiri pada 10 November 1954 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1954. Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan Hari Pahlawan sebagai simbol kontribusi UNAIR dalam membangun generasi intelektual yang memiliki semangat kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat. Nama 淎irlangga diambil dari nama Raja Airlangga, seorang raja besar yang memimpin wilayah Jawa Timur pada abad ke-11 dan dikenal karena keberhasilannya dalam membangun kembali kehidupan sosial, ekonomi, dan politik pasca keruntuhan kerajaan sebelumnya.
Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan bahwa UNAIR pada awalnya memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Hukum (FH) yang merupakan pengembangan dari cabang Universitas Indonesia (UI). Seiring perjalanan waktu, UNAIR mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi jumlah program studi, sumber daya manusia, maupun kontribusi akademiknya di tingkat nasional dan internasional. Saat ini, UNAIR memiliki lebih dari 14 fakultas, sekolah pascasarjana, serta sejumlah pusat riset dan inovasi yang menjadi motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian isu-isu strategis nasional. Sebagai institusi yang mengusung semangat Excellence with Morality, UNAIR terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai sejarah dan identitas institusi, mahasiswa baru juga diperkenalkan pada berbagai fasilitas penunjang yang tersedia di lingkungan UNAIR. Materi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan informasi dasar mengenai sarana akademik maupun non-akademik yang mendukung proses pembelajaran, pengembangan diri, serta kesejahteraan selama masa studi. Salah satu fasilitas utama adalah Perpustakaan UNAIR yang tersebar di beberapa kampus, termasuk Kampus B dan Kampus C. Perpustakaan ini menyediakan ribuan koleksi buku, jurnal ilmiah, e-book, serta akses ke berbagai database akademik internasional. Selain menjadi pusat literatur ilmiah, perpustakaan juga berperan sebagai ruang belajar mandiri yang nyaman dan modern, lengkap dengan ruang diskusi, layanan peminjaman digital, dan pelatihan literasi informasi.
Mahasiswa juga dikenalkan pada Direktorat Kemahasiswaan (DITMAWA) yang merupakan salah satu unit kerja strategis 51动漫. Direktorat ini bertanggung jawab dalam menangani berbagai aspek terkait kegiatan kemahasiswaan dan kesejahteraan mahasiswa, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. DITMAWA berada di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AMA) dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung proses pembinaan karakter serta pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tugas utama DITMAWA adalah memastikan mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan optimal, sekaligus mendorong mereka untuk meraih prestasi di tingkat nasional, regional, hingga internasional. Prestasi yang dimaksud mencakup capaian di bidang akademik, seperti kompetisi ilmiah dan riset, maupun bidang non-akademik seperti debat, olahraga, seni, dan kepemudaan.
Menariknya, posisi Direktur Kemahasiswaan 51动漫 saat ini diemban oleh salah satu dosen senior dan pengajar di FH UNAIR, yakni Prof. Dr. M. Hadi Shubhan, S.H., M.H., CN. Kehadiran beliau dalam posisi strategis ini menjadi representasi sinergi antara keilmuan, kepemimpinan, dan komitmen terhadap pembinaan mahasiswa lintas fakultas. Dengan latar belakang akademik di bidang hukum dan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan tinggi, Prof. Hadi turut memainkan peran penting dalam merancang kebijakan pembinaan mahasiswa yang inklusif, progresif, dan berbasis pada nilai-nilai kebangsaan serta integritas. Melalui DITMAWA, UNAIR menyediakan berbagai layanan pendukung seperti pengelolaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), fasilitasi kompetisi, program pengembangan karakter, layanan beasiswa, hingga dukungan kesehatan mental dan konseling.
Baca Juga:
Melalui rangkaian kegiatan PKKMB 2025 ini, UNAIR tidak hanya memperkenalkan lingkungan kampus kepada para mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan semangat kebangsaan, integritas akademik, dan nilai-nilai dasar universitas sejak hari pertama perkuliahan. Dengan pemahaman yang utuh mengenai sejarah, fasilitas, serta sistem pendukung yang tersedia, diharapkan mahasiswa baru dapat menjalani proses transisi ke jenjang pendidikan tinggi secara lebih matang dan terarah. Kehadiran FH UNAIR sebagai tuan rumah pelaksanaan PKKMB juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis universitas serta menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kolaboratif antar fakultas.
Penulis : Angelique Novelyn
Editor : Masitoh Indriani




