51动漫

51动漫 Official Website

Profesi Hukum di Persimpangan AI: Diskusi dan Refleksi Bersama Akademisi NUS

Humas FH (02/07/2025) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) menyelenggarakan Legal Talk On “The Future Law” : AI Innovation, IP and Commercialization for Sustainable Development. Legal Talk ini menghadirkan Zaid Hamzah selaku Legal AI Strategist & Practitioner, Executive Education Fellow, Advanced Computing for Executives, School of Computing dari National University of Singapore (NUS). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (02/07/2025) di Ruang 703 Gedung A. G. Pringgodigdo FH UNAIR pukul 15.00-17.00 WIB.

Kegiatan ini diawali dengan penyajian diagram emerging legal profession yang memetakan transformasi profesi hukum dari masa ke masa. Pada masa lalu, para traditional lawyers umumnya bekerja sebagai legal business professionals atau legal analysts. Namun, seiring berkembangnya teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan kebutuhan data yang semakin kompleks, peran para dual qualified lawyers pun ikut bertransformasi. Kini, seorang profesional hukum tidak hanya dituntut untuk memahami aspek yuridis semata, tetapi juga harus mampu menjembatani kebutuhan teknologi, manajemen, dan analisis data.

Generasi berikutnya dituntut untuk tidak hanya mahir menggunakan Artificial Intelligence (AI), tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Hal ini disebabkan oleh semakin rumitnya persoalan hukum yang kini menuntut pendekatan multidisipliner, termasuk kemampuan berpikir analitis seperti seorang data scientist. Dengan kombinasi keterampilan hukum, teknologi, dan pengolahan data, para profesional hukum masa depan diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih akurat, efisien, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dengan demikian, isu ini menjadi tantangan bagi kita semua. Sebagai profesional hukum, kita harus bijak dalam memanfaatkan AI dengan tetap menjaga integritas keilmuan. Penggunaan teknologi tidak boleh menggantikan kepekaan kritis seorang ahli hukum dalam melakukan riset, membaca, dan menelaah permasalahan secara mendalam. AI hanyalah alat bantu yang harus didampingi dengan pemahaman etika, analisis mendalam, dan tanggung jawab sosial. Lebih dari itu, kemampuan berpikir kritis, empati, dan nilai-nilai moral yang melekat pada profesi hukum harus tetap diutamakan agar keadilan dapat ditegakkan secara manusiawi.

Baca Juga:

Dalam forum ini, Zaid Hamzah sangat menekankan pentingnya upskilling dan reskilling di bidang hukum, teknologi, dan bisnis agar para lulusan hukum siap menghadapi tantangan global. Peran institusi pendidikan tinggi, termasuk FH UNAIR menjadi sangat penting dalam memfasilitasi transformasi ini. FH UNAIR terus berupaya menghadirkan ruang dialog dan diskusi strategis seperti Legal Talk ini sebagai salah satu langkah konkret untuk mempersiapkan generasi future ready lawyers. Selain itu, forum seperti ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya kolaborasi lintas disiplin dengan mitra profesional di tingkat nasional dan internasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa, akademisi, dan praktisi hukum tentang peluang serta risiko di balik pemanfaatan inovasi teknologi. Harapannya, lulusan FH UNAIR tidak hanya berdaya saing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kompetensi global untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin dan pembelajaran berkelanjutan, profesi hukum diyakini akan tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan solusi yang inovatif di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani

AKSES CEPAT