Humas FH (20/05/25) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) menggelar simulasi bencana kebakaran di Gedung AG. Pringgodigdo, Surabaya, pada Minggu, 18 Mei 2025. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan civitas akademika dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, karyawan, dan tim penanggulangan bencana.

Acara diawali dengan sesi edukasi tentang teknik Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dan langkah penyelamatan diri saat kebakaran. Peserta mempelajari studi kasus kebakaran gedung dan cara mengevakuasi korban dengan aman. Tidak hanya itu, ada pula sesi praktis melatih peserta menggunakan karung goni basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api, serta mengevakuasi diri melalui tangga darurat.
Simulasi dimulai dengan kondisi normal di Gedung Pringgodigdo. Pada pukul 09.15 WIB, percikan api muncul di lantai 2 akibat korsleting kabel di Laboratorium Komputer. Mahasiswa yang menjadi saksi pertama memicu alarm, dan building warden. Simulasi ini pun tampak nyata dengan adanya korban luka ringan, luka berat, hingga satu orang disimulasikan sebagai penyandang disabilitas. Para peserta diajarkan prosedur evakuasi yang cepat dan aman, dimulai dari mengenali rambu evakuasi, menggunakan tangga darurat, hingga memadamkan api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan karung goni basah.
Baca Juga:
Dalam latihan ini, sekitar 50 hingga 80 orang terlibat aktif, termasuk tim Mahagana UNAIR sebagai first aider, satpam sebagai brigade fire, hingga dukungan dari PLK dan PMK UNAIR. Armada ambulans dan alat evakuasi seperti tandu dan kursi roda pun disiagakan, menunjukkan keseriusan skenario simulasi yang dirancang sangat mendetail.
Melalui kegiatan ini, FH UNAIR membuktikan komitmennya terhadap budaya keselamatan. Tidak hanya mencetak lulusan hukum yang kompeten, tetapi juga membentuk insan akademik yang tangguh dan sigap dalam menghadapi situasi darurat.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




