51动漫

51动漫 Official Website

Suara dari Aula Keadilan, Mahasiswa FH UNAIR Serap Gagasan Prof. Yusril tentang Reformasi Hukum Indonesia

Humas FH (15/10/2025) | Aula Keadilan, lantai 12 Gedung A.G. Pringgodigdo, Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR), dipenuhi antusiasme mahasiswa yang menghadiri kuliah umum bertajuk 淜ebijakan Pemerintah dalam Pembaharuan Hukum. Kuliah Tamu yang menghadirkan Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., selaku Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan ini menjadi salah satu momen akademik paling berkesan di semester ini. Bagi kami sebagai mahasiswa hukum, kesempatan untuk mendengarkan langsung pandangan seorang tokoh nasional menjadi pengalaman yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan inspirasi untuk berpikir kritis terhadap arah pembaharuan hukum di Indonesia.

profyusril2
Foto Bersama dengan Menteri

Kegiatan dibuka dengan penuh khidmat melalui lantunan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Airlangga yang menjadi simbol semangat kebangsaan di lingkungan akademik. Nuansa formal tersebut berlanjut ketika Rektor 51动漫, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyampaikan sambutannya. Dalam pandangan beliau, kuliah umum seperti ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog penting antara ilmu pengetahuan dan kebijakan publik. Beliau menegaskan bahwa hukum tidak berdiri di ruang hampa, melainkan hidup di tengah realitas sosial yang terus berubah. Bagi kami, pesan itu menjadi pengingat bahwa studi hukum harus disertai kepekaan terhadap nilai-nilai kemasyarakatan dan kemanusiaan.

Memasuki sesi utama, Prof. Yusril membuka pemaparannya dengan penegasan bahwa pembaharuan hukum merupakan keniscayaan dalam negara hukum modern. Ia menjelaskan bahwa hukum yang relevan tidak hanya dibentuk oleh undang-undang, tetapi juga oleh putusan hakim, praktik profesional, pemikiran akademik, serta norma yang tumbuh dalam masyarakat. Penjelasan ini membuka pandangan kami bahwa hukum bukan sekadar teks, melainkan ekosistem nilai dan praktik sosial yang dinamis. Beliau juga menekankan bahwa dalam konteks Indonesia, hukum harus menjadi hasil sinergi antara tradisi Barat, Islam, dan adat tanpa mengorbankan prinsip kesetaraan. 淗ukum Indonesia harus modern tanpa tercerabut dari akar budayanya, tuturnya dengan tegas.

Dalam pemaparannya, Prof. Yusril turut menyinggung dinamika global sebagai bahan refleksi bagi pembangunan sistem hukum nasional. Ia mencontohkan Jerman dengan Mahkamah Konstitusinya yang kuat, Prancis dengan kodifikasi hukum yang adaptif, dan Inggris dengan penerapan desentralisasi yang tetap menjaga standar nasional. Bagi kami, paparan tersebut menunjukkan bahwa pembaharuan hukum tidak cukup hanya berbicara tentang legislasi, tetapi juga tentang keberanian melakukan evaluasi dan inovasi. Melalui perbandingan ini, kami belajar bahwa setiap negara merancang sistem hukumnya berdasarkan sejarah, nilai, dan kebutuhan sosialnya masing-masing, hal yang juga perlu menjadi perhatian dalam konteks Indonesia.

Baca Juga:

Menutup kuliah umumnya, Prof. Yusril merumuskan sejumlah arah strategis pembaharuan hukum Indonesia, mulai dari penguatan konstitusi, kodifikasi hukum yang dinamis, hingga peningkatan kapasitas penegak hukum di era digital. Ia juga menekankan pentingnya reformasi pendidikan hukum agar melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pesan terakhirnya, 淩eformasi hukum tanpa reforma cara berpikir para pelaku hukumnya hanyalah ilusi, menjadi refleksi yang kuat bagi kami sebagai mahasiswa hukum untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan etis dalam menghadapi tantangan masa depan.

Melalui kegiatan ini, kami merasa mendapatkan pandangan yang lebih luas tentang hakikat hukum dan perannya dalam kehidupan bernegara. Kuliah umum ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan sosok negarawan, tetapi juga menegaskan posisi FH UNAIR sebagai ruang tumbuhnya pemikiran hukum yang progresif dan humanis. Sebagai bagian dari generasi muda hukum, kami pulang dengan semangat baru untuk melanjutkan cita-cita pembaharuan hukum yang berkeadilan, relevan, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani

AKSES CEPAT