Humas FH (13/08/2025) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) bekerja sama dengan Serikat Pengajar HAM (SEPAHAM) Indonesia, The Centre for Human Rights, Multiculturalism, and Migration, University of Jember, dan The University of Sydney menggelar secara resmi The 8th Conference on Human Rights (8HRC) pada hari Selasa (12/08/2025) di Aula Lt. 12 Gedung A.G. Pringgodigdo Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR). 8HRC tahun ini mengangkat tema besar 淧rotecting Human Rights in Asia amid Energy Transition, Technological Disruption, and Democratic Regression. Konferensi ini menjadi forum internasional bergengsi yang mempertemukan akademisi, praktisi hukum, peneliti, dan mahasiswa HAM dari berbagai negara.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FH UNAIR, Prof. Iman Prihandono, S.H.., M.H., LL.M., Ph.D., yang menegaskan komitmen fakultas untuk terus menjadi ruang dialog akademis yang responsif terhadap perkembangan isu-isu HAM global. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa tema 8HRC tahun ini relevan dengan dinamika kontemporer, dimana Asia tengah menghadapi tantangan besar akibat transisi energi, kemajuan teknologi yang disruptif, dan tanda-tanda kemunduran demokrasi di berbagai negara. 淜onferensi ini bukan hanya ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga wahana untuk membangun kesadaran kolektif dan menemukan solusi yang berkeadilan bagi permasalahan HAM di kawasan, ujar Prof. Iman.
Usai sambutan Dekan, acara dilanjutkan dengan pidato dari Mugiyanto Sipin selaku Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa pemerintah memandang penting forum akademis seperti 8HRC sebagai ruang strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor guna merumuskan langkah-langkah konkret bagi perlindungan HAM di kawasan. Mugiyanto juga menyampaikan bahwa tema konferensi selaras dengan tantangan nyata yang dihadapi kawasan Asia. 淭ransisi energi, disrupsi teknologi, dan regresi demokrasi adalah isu yang saling terkait. Kita tidak bisa membicarakan kemajuan teknologi atau pembangunan ekonomi tanpa memastikan bahwa keduanya tidak mengorbankan HAM, ujarnya.
Baca Juga:
Beliau menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum konferensi ini sebagai wadah bertukar gagasan, memperkuat jejaring, dan merumuskan solusi bersama yang aplikatif. Harapannya, diskusi yang berlangsung selama 8HRC tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang mampu mendorong kebijakan publik yang berkeadilan, melindungi kelompok rentan, serta memastikan bahwa perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi di kawasan tidak hanya membawa kemajuan material, tetapi juga sejalan dengan penghormatan, pemajuan, dan perlindungan hak asasi manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Penulis : Angelique Novelyn
Editor : Masitoh Indriani




