51动漫

51动漫 Official Website

UNAIR Kukuhkan Empat Guru Besar Fakultas Hukum: Dedikasi Ilmu untuk Bangsa dan Dunia

Humas FH (02/05/25) | 51动漫 (UNAIR) kembali mencatatkan sejarah gemilang dengan mengukuhkan enam guru besar baru dalam sidang terbuka yang digelar di Aula Garuda Mukti, Kampus UNAIR. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri oleh civitas akademika, pejabat tinggi, serta tamu kehormatan, termasuk Ketua Majelis Wali Amanah Unair, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengukuhan ini tidak hanya menjadi perayaan prestasi akademik, tetapi juga cerminan komitmen Unair untuk terus berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sidang pengukuhan yang dipimpin oleh Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA., berlangsung dengan penuh hikmat, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, H. Suharto, S.H., M.Hum., serta sejumlah hakim agung, jaksa, dan akademisi dari universitas lain.

Dari enam guru besar yang dikukuhkan, empat di antaranya menjadi sorotan utama karena keunggulan dalam bidang hukum yaitu Prof. Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., Prof. Dr. Sri Winarsi, S.H., M.H. dan Prof. Dr. Rr. Herini Siti Aisyah, S.H., M.H.. Keempatnya, yang berasal dari Fakultas Hukum Unair, menyampaikan orasi ilmiah yang menggugah, mencerminkan kepakaran mendalam dan visi progresif dalam menjawab tantangan global dan nasional. Selain itu, acara ini juga diramaikan oleh pengukuhan tiga guru besar lainnya dari Fakultas Vokasi dan Fakultas Psikologi, menambah kekayaan intelektual UNAIR.

Sebagai Guru Besar dalam bidang Hukum Kesehatan dan Lingkungan Internasional, Prof. Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum. memukau hadirin dengan orasi berjudul Pendekatan Humanity dalam Pengaturan Global Public Goods Menuju Sustainable Development Goals di Bidang Kesehatan dan Lingkungan Internasional. Dalam paparannya, ia memperkenalkan pendekatan kemanusiaan (humanity) sebagai solusi atas keterbatasan paradigma Westphalian yang berfokus pada kedaulatan negara.

Prof. Dr. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., Guru Besar dalam bidang Hukum Hak Asasi Manusia dan Korporasi Multinasional, menghadirkan orasi berjudul Uji Tuntas Hak Asasi Manusia secara Wajib sebagai Instrumen Hukum Mewujudkan Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab. Dengan mengacu pada kasus korupsi tambang timah yang merusak lingkungan di Bangka Belitung, ia menekankan urgensi penerapan mandatory human rights due diligence untuk mencegah pelanggaran HAM oleh korporasi multinasional.

Prof. Dr. Sri Winarsi, S.H., M.H., Guru Besar dalam bidang Hukum Agraria, memaparkan orasi berjudul Strategi Penanganan Tumpang Tindi Hak Atas Tanah di Indonesia dalam Perspektif Hukum Agraria dan Hukum Administrasi. Ia menyoroti permasalahan serius tumpang tindih hak atas tanah yang melibatkan 6,4 juta hektare lahan di Indonesia, sering kali dimanfaatkan oleh mafia tanah.

Prof. Dr. Rr. Herini Siti Aisyah, S.H., M.H. dalam bidang Keuangan Negara, memaparkan orasi ilmiah berjudul Peningkatan Profesionalitas Pengelolaan Dana Desa Sesuai Tata Kelola Hukum Keuangan Negara. Ia menyoroti tentang pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa karena hal tersebut akan menambah transparansi sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan serta mendungkung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Baca Juga:

Rektor Mohammad Nasih menegaskan bahwa penambahan enam guru besar ini memperkuat posisi Unair, yang kini memiliki sekitar 300 guru besar atau 17% dari total dosen. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa Unair akan segera masuk peringkat 290-an dunia versi QS World University Rankings, dengan target akhir menembus 200 besar dunia, sebagaimana ditekankan oleh Ketua Majelis Wali Amanah, .

Prof. Sunarto menambahkan bahwa intelektualitas harus berpadu dengan integritas untuk menghasilkan dampak nyata. Ia mengapresiasi orasi para guru besar yang tidak hanya relevan tetapi juga solutif, mulai dari isu kemanusiaan, HAM, hingga kesehatan mental. 淯NAIR harus terus bersinergi, mengedepankan etika, dan menjadi pelita bagi bangsa, ujarnya.
Pengukuhan enam guru besar ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata dedikasi Unair dalam mencetak pemimpin intelektual yang berintegritas. Sorotan pada ., , dan , menunjukkan bagaimana Fakultas Hukum UNAIR terus menjadi garda terdepan dalam merumuskan solusi hukum untuk tantangan zaman. Dengan semangat kolaborasi dan visi global, UNAIR siap melangkah lebih jauh, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia.

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

AKSES CEPAT