51动漫

51动漫 Official Website

Wujudkan Gender Equality Lewat Asia Pacific Women in Maritime Workshop dan Biofouling Management Workshop

Humas FH (16/03/2025) | , dosen (FH UNAIR) yang merupakan wakil dari Woman in Maritime Indonesia (WIMA) turut serta dalam Asia-Pacific Women in Maritime Workshop dan Biofouling Management Workshop pada Kamis (13/03/2025) di Bali, Indonesia.

asiapasific
asiapasific

Dr. Nilam menyampaikan bahwa workshop ini tidak hanya diikuti oleh pakar hukum dan profesional di sektor pelayaran, tetapi juga melibatkan para ahli dari berbagai bidang lain seperti finance, mion biology, engineer, dll. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali berbagai permasalahan yang dihadapi dalam industri kemaritiman, serta mencari solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas sektor tersebut.

“Baik di negara maju maupun negara berkembang, pada dasarnya kita menghadapi tantangan yang serupa yaitu, setiap perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda dari pria. Perbedaan ini dapat dilihat secara fisik maupun sosial. Sebagai contoh, dalam konteks pernikahan, perempuan memerlukan fasilitas untuk melahirkan serta ruang khusus di tempat kerja untuk mendukung kenyamanan dan kesejahteraannya. Selain itu, penting untuk membentuk komite khusus yang menangani isu pelecehan seksual di tempat kerja untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan ungkap beliau.

Kegiatan ini tidak memiliki batasan jangka waktu tertentu dan dilakukan secara reguler untuk meningkatkan kemampuan perempuan di bidang kemaritiman, termasuk dalam membangun kesadaran tentang isu-isu penting di sektor tersebut. Selain itu, program ini bertujuan untuk mendorong perempuan agar lebih aktif berpartisipasi dalam sektor maritim Indonesia, khususnya dalam hal pengelolaan biofouling pada kapal. Inisiatif ini sejalan dengan visi dan misi International Maritime Organization (IMO) yang mendukung serta mendorong terciptanya kesetaraan gender dalam industri kemaritiman

Baca Juga:

“Intinya, dalam workshop ini, kami berupaya untuk membahas bagaimana perempuan dapat menegosiasikan kesenjangan gaji yang mereka alami. Meskipun di Indonesia perbedaan gaji antara laki-laki dan perempuan tidak terlalu nampak, dimana pekerja dihargai berdasarkan kemampuan mereka, bukan jenis kelamin. Namun, banyak di negara lain, perempuan masih menerima gaji yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman tentang bagaimana perempuan dapat meningkatkan daya tawar mereka, serta mengembangkan kemampuan untuk menegosiasikan gaji secara efektif, sehingga mereka dapat mengatasi ketidaksetaraan tersebut,” tambahnya.

Penulis: Angelique Novelyn

Editor: Masitoh Indriani

AKSES CEPAT