Poster ATMARASA 2025 (Dok. Narasumber)
FIB NEWS “ (HMD SASINDO) 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) meluncurkan program baru bertajuk ATMARASA 2025. Sebuah seminar yang mengangkat isu kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan sastra. Mengusung tema Merajut Luka, Menenun Kata: Sastra sebagai Jalan Pulang bagi Jiwa, ATMARASA akan diselenggarakan pada Jumat (7/11/2025) sebagai wadah baru bagi mahasiswa untuk mengenali diri, mengekspresikan emosi, dan menemukan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan akademik.
Program ini berfokus pada penggunaan sastra sebagai media refleksi dan penyembuhan diri, serta menjadi langkah awal HMD SASINDO dalam mengintegrasikan isu kesehatan mental dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam karya sastra. ATMARASA tahun ini akan menghadirkan dua pembicara, yakni Rima Firdaus, S.Hum., M.Hum., dosen peminatan Sastra Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR, serta Pujo Sakti Nur Cahyo, S.Hum., M.Hum., Ketua Help Center 51¶¯Âþ.
Berangkat dari Keresahan Mahasiswa
Chesta Leilani, Ketua Pelaksana ATMARASA 2025, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap isu burnout dan tekanan akademik yang berpotensi menimbulkan depresi serta gangguan kesehatan mental lainnya.
œTujuan utama ATMARASA adalah membantu menjembatani mahasiswa dengan adanya ruang untuk berinteraksi langsung dengan pihak yang memang bergerak di bidangnya, sehingga mahasiswa dapat belajar mengenali diri dan mengekspresikan apa yang muncul dari hati atau jiwa, ujar Lei, sapaan akrabnya.
Program ini juga berkaitan dengan kegiatan Santara (Sahabat untuk Aspirasi dan Kesejahteraan), yakni forum jaring aspirasi mahasiswa yang rutin diadakan oleh Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) HMD SASINDO. Dengan menggabungkan ruang diskusi dan nilai-nilai sastra, ATMARASA diharapkan dapat membantu mahasiswa menyalurkan emosi, memahami diri, dan mengelola kesehatannya secara lebih terbuka serta kreatif.
Persiapan dan Kolaborasi Tim
Kepada FIB NEWS, Lei menjelaskan bahwa panitia sempat terkendala pada tahap administratif, meliputi pengurusan sarana dan prasarana serta proses pengundangan pemateri. Meski demikian, kendala tersebut telah rampung berkat kerja sama tim. Dan saat ini, panitia berfokus pada persiapan teknis menuju hari pelaksanaan.
œAlhamdulillah, teman-teman sangat responsif. Tiap divisi bergerak cepat, dan pembina HMD serta SC juga terbuka untuk konsultasi dan memberikan dukungan, jelas Lei.
Optimisme dan Harapan
Lei berharap ATMARASA 2025 dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berproses dalam mengenali serta meregulasi emosinya. Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar acara dapat berjalan lancar, baik berupa saran, bantuan teknis, maupun partisipasi aktif.
œDari mahasiswa untuk mahasiswa, saya berharap ATMARASA dapat bermanfaat bagi teman-teman dan menjadi ruang aman untuk berproses. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sastra juga bisa menjadi solusi dalam menghadapi keresahan dan menjaga kesehatan mental, tutupnya.
Kegiatan ATMARASA tahun turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada nomor 4, yakni Quality Education.
Penulis: Gustyosih Chesta Pramesti
Editor: Fania Tiara Berliana M




