Suasana kegiatan Arutala di Gedung Nasional Indah (GNI) Surabaya, yang diinisiasi oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya 51动漫 (Foto: Istimewa).
FIB NEWS Dosen 51动漫 (FIB UNAIR) menghidupkan semangat kebangsaan melalui kegiatan Kajian Publik Arutala yang digelar di Gedung Nasional Indah (GNI) Surabaya. Arutala, yang berarti 榗ita-cita yang tinggi dalam bahasa Sanskerta, mengusung tema Sejarah Itu Keren! Bareng Arutala, Kita Bangun Generasi Bangsa. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (27/5/2025) ini ditujukan sebagai ajakan bagi generasi muda untuk meneladani perjuangan para pahlawan nasional melalui pendekatan edukatif dan inspiratif.
Acara ini menghadirkan dua dosen FIB UNAIR sebagai narasumber, yakni Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum., dan Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A. Keduanya membawakan pemaparan mendalam seputar nasionalisme, sejarah, serta relevansinya di era modern.
Penurunan Nasionalisme di Generasi Anak Muda
Dalam paparannya, Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A., mengungkap hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. 淪ebanyak 65 persen responden menyatakan nasionalisme generasi saat ini mengalami penurunan. Media sosial dan pengaruh globalisasi menjadi dua faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut, jelas Kukuh.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa pandangan generasi muda terhadap nasionalisme cenderung stagnan karena dianggap tidak relevan dengan tantangan masa kini. 淏ahasa nasionalisme sering kali dikaitkan dengan masa lalu, padahal justru harus diaktualisasikan dengan konteks sekarang, tambah Kukuh.
Pentingnya Sejarah
Sementara itu, Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai proses pembentukan memori kolektif bangsa. 淪ejarah itu tergantung siapa yang menulis dan siapa yang berkuasa saat itu. Tapi kita tetap wajib belajar sejarah agar tahu bagaimana memori kolektif kita terbentuk, ungkap Dr. Listiyono.
Puncak kegiatan Arutala ditandai dengan pameran sejarah yang menampilkan enam tokoh nasional, yakni Douwes Dekker, R.A. Kartini, H.O.S. Cokroaminoto, Dr. Soetomo, Ki Hajar Dewantara, dan W.R. Supratman. Melalui pendekatan imersif, peserta diajak mengenal nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, pengorbanan, dan idealisme yang diwariskan oleh para pahlawan.
Arutala menjadi ruang reflektif sekaligus edukatif yang menyadarkan pentingnya meneladani semangat perjuangan para tokoh bangsa sebagai landasan membangun masa depan. Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus menghidupi nasionalisme dalam karya dan tindakan nyata.
Kajian Publik Arutala Ini Selaras Dengan Upaya Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4, yaitu untuk mendukung pendidikan berkualitas.
Penulis : Ega Danar Aji Wibowo
Editor : Selly Imeldha




