51动漫

51动漫 Official Website

BEM FIB UNAIR Lolos Pendanaan Hibah SDGs UNAIR

Pengumuman Call for Pengmas oleh SDGs UNAIR

(Sumber: Akun Instagram SDGs UNAIR)

Penulis: Aidatul Fitriyah | Editor: Editor: Ilma Arrafi Nafi檃

Civitas Akademika tidak hanya bertugas untuk meraih prestasi tapi sudah seharusnya mahasiswa dapat berkontribusi bagi masyarakat. Demikian pula dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) (FIB) 51动漫 (UNAIR) yang terus melakukan inovasi untuk membangun negeri.

Dilansir dari postingan instagram SDGs UNAIR pada Kamis (13/7), BEM FIB menjadi salah satu organisasi mahasiswa (Ormawa) yang berhasil lolos hibah pendanaan Call for Pengmas dari Sustainable Development Goals (SDGs) UNAIR. Dalam hal ini, BEM FIB mengusung judul PEDALAMAN: Peduli Alam dan Lingkungan Melalui Zen Garden Sebagai Pemanfaatan Lahan Kosong Guna Mitigasi Perubahan Iklim di Kampung Batik Okra.

Program ini mengusung SDGs ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim dan didukung oleh SDGs ke-3 mengenai nutrisi dan kesejahteraan, serta SDGs ke-5 mengenai pemberdayaan wanita.

Ashilla Rizka Putri, Menteri Pengabdian Masyarakat BEM FIB UNAIR mengungkapkan bahwa program ini termotivasi dari Program Kampung Iklim (Proklim) canangan Pemerintah Kota Surabaya dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam program ini pemerintah membuat satu kampung untuk penanaman tumbuhan hortikultura atau sejenis Greenhouse. Tujuan dari program tersebut adalah untuk sanitasi air dan ketahanan pangan di kampung tersebut. Program ini telah dijalankan, namun belum merata.

“Aku kepikiran buat mendukung program pemerintah dengan kita buat konsep dan tujuan yang sama. Tapi disini agak berbeda, karena kami memadukan dengan Zen Garden yang berkesinambungan dengan program kerja Deputra milik Pengmas BEM FIB pada Oktober mendatang.” Ujar Ashilla

Dalam program ini, akan dilakukan pemberdayaan Zen Garden dengan tanaman hortikultura. Nantinya, Zen Garden ini akan mengusung tema keharmonisan dan ketenangan. Tidak hanya itu, program ini juga akan mengakulturasikan budaya Jepang dan Jawa untuk memaksimalkan potensi batik Okra di kampung tersebut. Sambung Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia itu.

“Alhamdulillah proker ini sudah lolos pendanaan dari SDGs UNAIR. Aku seneng banget karena proker ini masih baru di tahun ini. Jadi aku berharap ini dapat menjadi jembatan pembaruan dan berdampak untuk kepengurusan batch selanjutnya.” Tutupnya.

Ashilla berharap proyek ini dapat memberikan dampak untuk kampung tersebut. Menurutnya, peduli dengan kondisi alam sangat penting terutama di Surabaya yang mengalami kenaikan suhu akibat imbas perubahan iklim.

Pencapaian ini turut mendukung FIB dalam mewujudkan  SDGs Poin 3 yakni Good Health and Well-Being, SDGs Poin 5 yakni Gender Equality, serta Poin 13 yakni Climate Action.

AKSES CEPAT