51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

BSO Lingkar Prestasi Sukses Gelar Mentoring

FIB NEWS “ Badan Semi Otonom (BSO) Lingkar Prestasi (Lipres) 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) sukses melaksanakan kegiatan mentoring yang berlangsung sejak Minggu (3/8/2025) hingga Minggu (24/8/2025) secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini berfokus pada pembahasan esai dan diikuti oleh staf serta anggota BSO Lipres FIB UNAIR.

Mentoring tersebut merupakan salah satu program kerja dari Divisi Riset dan Keilmuan (Riskel) Lipres yang bertujuan untuk belajar sekaligus berkompetisi di bidang esai. Dalam prosesnya, peserta berkesempatan untuk mempelajari materi esai serta dan mempresentasikan rancangan tulisan yang nantinya dipersiapkan untuk perlombaan.

œPesertanya sendiri dari pengurus dan anggota Lipres. Mereka memilih satu lomba, lalu mengikuti mentoring dengan membentuk kelompok maupun individu, jelas Chesta Leilani, Ketua Pelaksana Mentoring Lipres 2025.

Mengundang Mentor Berpengalaman

Dalam kegiatannya, Divisi Riskel mengundang Rafida Mumtaz S.Hum, M.Hum yang merupakan alumni Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR sekaligus BSO Lipres. Rafida berpengalaman dalam berbagai kompetisi kepenulisan terutama esai, sehingga dipilih untuk mendampingi mentoring.

Kegiatan mentoring terlaksana selama empat kali pertemuan dalam satu bulan. Setiap pekan, mentor menyampaikan materi secara bertahap, mulai dari dasar-dasar esai di pertemuan pertama hingga sesi review esai pada pertemuan terakhir. Selain itu, terdapat sesi diskusi dan kuis yang membantu peserta memahami teknik penulisan esai dengan lebih baik.

Di tengah padatnya kegiatan, Divisi Riskel Lipres sempat menyesuaikan jadwal antara peserta dan mentor agar kegiatan mentoring dapat diikuti oleh seluruh peserta. Pengunduran jadwal pun beberapa kali dilakukan demi memastikan komunikasi dengan mentor tetap lancar dan pelaksanaan mentoring berjalan maksimal.

Dipersiapkan untuk Kompetisi

Chesta menambahkan, mentoring Lipres dirancang agar peserta mampu menghasilkan esai berkualitas dan siap berkompetisi. Karenanya, setiap peserta diwajibkan untuk mencari informasi terkait kompetisi esai yang nantinya akan mereka ikuti. Dengan begitu, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman dalam berkompetisi di bidang esai.

Dalam perkembangannya, peserta ditargetkan minimal menyelesaikan 50 persen dari seluruh susunan esai. Sesi diskusi berjalan baik dan mentor juga menawarkan untuk memberi review terhadap esai peserta. Tingkat pemahaman pun meningkat, terlihat dari hasil kuis yang diberikan selama sesi mentoring.

œJadi, bisa dikatakan bahwa mentoring kali ini berhasil karena pesertanya sendiri sudah paham dan dapat membuat esai. Harapan setelah mentoring ini adalah teman-teman dapat membuat esai yang berkualitas dan dapat dikirimkan ke lomba-lomba yang terkait, jelas Chesta.

Kegiatan Mentoring Lingkar Prestasi 2025 dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa terutama di bidang kepenulisan. Mentoring ini tentunya dapat mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yakni Quality Education.

Penulis: Indah Rosidatun Nissak

Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda

AKSES CEPAT