51动漫

51动漫 Official Website

Cerita di Balik Penambahan Kementerian Kesetaraan Gender

(Pelantikan Ormawa. Foto: Dokumentasi Narasumber)

FIB NEWS – (FIB) 51动漫 (UNAIR) sukses melantik seluruh pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FIB UNAIR pada Rabu (5/2/2025). Pelantikan ini mencakup pengurus Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) FIB, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FIB, Himpunan Mahasiswa setiap jurusan di FIB UNAIR, hingga Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) FIB, yang secara langsung dilantik oleh jajaran dekanat FIB UNAIR. Presiden BEM FIB Kabinet 淪imfoni Karya Aisyah Nurillah, menjadi salah satu pengurus yang resmi terlantik.

Simfoni Karya menaungi sepuluh kementerian, yakni Kementerian Pengabdian Masyarakat (Pengmas), Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Hubungan Luar (Hublu), Seni dan Olahraga (Seniora), Ekonomi Kreatif (Ekraf), Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat), Media dan Informasi (Medinfo), Akademik dan Prestasi (Akpres), serta Kementerian Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (KGIS) sebagai kementerian terbaru.

Wajah Baru BEM FIB

Kementerian KGIS menjadi kementrian terbaru dalam organisasi BEM FIB UNAIR. Aisyah mengatakan bahwa kementerian KGIS menjadi kementerian tambahan di kabinetnya. 淚ya, betul , Kementerian Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial ini salah satu kementerian tambahan di BEM FIB UNAIR tahun ini imbuhnya.

Aisyah menegaskan bahwa kementerian ini berfokus pada isu-isu kesetaraan gender dan pengembangan kegiatan sosial yang inklusif. 淜ementerian Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial sendiri ini merupakan kementerian yang fokusnya itu di gerakan-gerakan kesetaraan gender dan juga hal-hal yang mungkin bersifat inklusif di lingkup sosial, jelasnya

Latar Belakang Pembentukan Kementerian KGIS

Pengalaman Aisyah Nurillah dan Wakilnya, yang masing-masing pernah berkecimpung dalam bidang sosial dan kesetaraan gender turut menjadi faktor yang melatarbelakangi terbentuknya kementerian KGIS. Kementerian KGIS ini juga menjadi wujud untuk merealisasikan fokus isu yang mereka bawa dalam rancangan program kerja kabinet.

Aisyah juga bercerita bahwa terdapat diskusi dengan Presbem FIB UNAIR sebelumnya untuk menentukan pembentukan Kementerian KGIS dalam kabinet. Alhamdulillah, mendapat respons yang cukup positif dan cukup mendukung juga dari ketua-ketua (BEM) sebelumnya, terutama Mas Tegar, selaku presiden BEM tahun lalu, ujarnya

Pro dan Kontra

Aisyah mengungkapkan bahwa proses pembentukan Kementerian Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (KGIS) tidak berjalan mulus. Ia mengakui adanya dinamika yang muncul selama tahap perencanaan. 淯ntuk dinamika sendiri, sudah pasti ada, ya, tuturnya.

Penambahan kementerian ini melalui proses yang cukup panjang dan penuh pertimbangan. Aisyah bersama Qotrunnada harus berdiskusi secara intens karena sempat muncul keraguan terkait urgensi pembentukan KGIS dalam struktur kabinet.

Oleh karena itu, Aisyah tidak menampik adanya pro dan kontra dalam proses pembentukan Kementerian Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (KGIS). Menanggapi hal tersebut, ia memilih untuk menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata. Ia ingin membuktikan bahwa kehadiran KGIS bukan sekadar formalitas semata.

淜ementerian KGIS ini terbentuk bukan hanya untuk sekadar ada saja, tapi memang bener-bener ingin supaya bisa berdampak bagi teman-teman mahasiswa FIB, tegasnya.

Kegiatan ini mendukung dalam mewujudkan SDGs point 5 yakni Gender Equality

Penulis: Pramadam Muhamad Anwar

Editor: Nadia Azahrah Putri

AKSES CEPAT