51动漫

51动漫 Official Website

Cerpen Dosen FIB Berhasil Tembus Emerging Writers UWRF 2025

Dosen Bahasa dan Sastra Inggris FIB Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A, (dok. istimewa)

FIB NEWS – 51动漫 kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui kiprah (FIB). Salah satunya, Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A, dosen Bahasa dan Sastra Inggris, berhasil terpilih sebagai salah satu dari sepuluh penulis dalam seleksi program Emerging Writer Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Dalam program ini, ia mengirimkan cerpen berjudul 淗ier Rust yang ditulis di tengah proses penyusunan naskah akademik tentang arsip sebagai pengajuan Memori Kolektif Bangsa. 

Langkah Menuju UWRF

Kukuh mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak mempunyai keinginan khusus untuk menulis cerpen untuk mengikuti kompetisi atau festival sastra. Naskah tersebut semula ditujukan untuk dimuat di media cetak. Namun, dengan panjang sekitar 2.500 kata, cerpen ini melebihi batas yang ditentukan oleh sebagian besar media. Saat mempertimbangkan untuk mempersingkatnya, Kukuh merasa terlalu banyak elemen penting yang harus dikorbankan.

Pencarian alternatif media ia lakukan hingga menemukan informasi mengenai UWRF, yang menerima cerpen hingga 3.500 kata. 淪aya tahu bahwa UWRF adalah ajang yang selektif dan bergengsi, jadi saya mengedit ulang naskah ini lebih dari tujuh kali agar kualitasnya layak dikirim, pungkas Kukuh.

Menulis Cerita dari Arsip

Menariknya, Kukuh mengungkapkan bahwa cerpen 淗ier Rust lahir bersamaan dengan penyusunan naskah akademik yang ia kerjakan bersama kolega dari FIB 51动漫 dan Komunitas Begandring Soerabaia. Mereka diminta membantu Pemkot Surabaya menyiapkan dokumen untuk program Memori Kolektif Bangsa tahun 2024. Kukuh menyebut cerpen ini sebagai co-text dari naskah akademik tersebut.

Kukuh dalam penulisan cerpen ini dari melakukan beberapa penyesuaian, penggalian data dan arsip-arsip lain, di luar Arsip Makam Eropa Peneleh ini.  Pemilihan nama, tanggal, hingga tahun ia lakukan dengan pertimbangan agar cerpen tersebut tidak terbaca sebagai karya yang anakronistik secara sejarah. 淪aya lupa sudah berapa kali merevisinya, dan memastikan setiap detailnya. Saya beruntung memiliki sahabat-sahabat yang bersedia membaca draft awal cerpen ini, dan memberikan koreksi-koreksi kritis untuk perbaikan, jelasnya.

Harapan Kepada Mahasiswa

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa yang tertarik menekuni dunia penulisan. 淜eterampilan menulis itu harus diimbangi dengan keberanian menjelajah banyak hal lain seperti sejarah, budaya lokal, teknologi, dan lain-lain sebagai sumber inspirasi, tutupnya.

Prestasi ini turut mendukung FIB dalam mewujudkan SDGs Poin 4 yakni Quality Education

Penulis : Adinda Octavia Setiowati

Editor : Arina Nida Arusyda

AKSES CEPAT