FIB NEWS Dosen , (FIB) 51 (UNAIR), Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum., menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan bertema Membangun Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam Menghadapi Ancaman Sosial dan Bencana yang digelar di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin (3/11/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan ini, Dr. Listiyono juga hadir sebagai Ketua FKDM Provinsi Jawa Timur. Seminar dibuka secara resmi oleh Dr. Freddy Purnomo, anggota DPRD Jawa Timur Komisi A, yang juga menjadi keynote speaker.
Peran FKDM dalam Menjaga Stabilitas Daerah
Dalam sambutannya, Freddy menegaskan pentingnya peran FKDM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan kewaspadaan di daerah. Ia menjelaskan bahwa FKDM berfungsi memberikan kajian serta rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan.
FKDM merupakan forum yang memberikan kajian sekaligus rekomendasi penting bagi pemerintah daerah agar situasi dan kondisi kewaspadaan dini tetap terjaga, khususnya di Jawa Timur, ujar Freddy. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara DPRD dan FKDM akan terus berlanjut. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Harapannya, FKDM bisa memberikan saran dan rekomendasi untuk membangun keberagaman serta menjaga stabilitas sosial di Jawa Timur, imbuhnya.
Soroti Lonjakan Isu Sosial di Masyarakat
Sebagai narasumber utama, Dr. Listiyono Santoso memaparkan materi berjudul Membangun Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam Menghadapi Kerawanan Sosial dan Bencana. Ia menyoroti berbagai isu sosial yang kini tengah meningkat dan membutuhkan deteksi dini berbasis komunitas, mulai dari kerentanan pesisir terhadap bencana alam seperti tsunami, pergeseran demografi dan ekonomi, urbanisasi, hingga krisis literasi digital dan hoaks.
Kerawanan sosial muncul ketika struktur masyarakat mengalami tekanan ekonomi, lingkungan, atau politik yang memicu beberapa faktor sosial secara bersamaan, jelasnya.
Listiyono juga menyinggung isu pengangguran dan urbanisasi sebagai masalah sosial yang saling berkaitan. Menurutnya, minimnya peluang kerja di pedesaan mendorong masyarakat bermigrasi ke kota, namun arus urbanisasi yang tinggi tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang cukup. Arus urbanisasi yang tidak diimbangi penciptaan lapangan kerja akan memunculkan dampak sosial yang sangat kompleks, tuturnya.
Selain itu, ia menyoroti masalah kesehatan mental, krisis literasi digital, serta maraknya hoaks di media sosial sebagai tantangan baru dalam menjaga kewaspadaan sosial. Fenomena ini menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam deteksi dini potensi ancaman sosial, baik melalui kegiatan edukatif maupun forum seperti FKDM.
Rencana dan Langkah Konkret ke Depan
Sebagai tindak lanjut dari seminar ini, FKDM Jawa Timur berencana mengadakan lokakarya pemetaan kerawanan sosial bersama FKDM kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur. Langkah ini bertujuan menghasilkan strategi mitigasi yang lebih konkret dan berbasis data lapangan.
Bulan ini kami akan menyiapkan lokakarya untuk pemetaan kerawanan dan mitigasi bersama FKDM kabupaten/kota, ungkap Listiyono.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya UNAIR menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah membangun masyarakat yang tangguh, sadar risiko, dan berdaya menghadapi berbagai bentuk ancaman sosial maupun bencana. Seminar kebangsaan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketahanan sosial yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukungSustainable Development Goals(SDGs) nomor 11, yaituSustainable Cities and Communities.




