51

51 Official Website

E-NITE 2025 Tampilkan Genre Baru dengan Kolaborasi UKM Jujitsu

Dokumentasi pementasan E-NITE 2025 di Gedung Cak Durasim, Surabaya, pada 1 Januari 2025 (Foto: Istimewa)

FIB NEWS English Departemen Students Association () 51 (FIB UNAIR) kembali menggelar malam puncak tahunan mereka, yakni E-NITE (). Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara EDSA Day 2025. Tahun ini, E-NITE hadir dengan nuansa berbeda melalui pementasan teater bertajuk Seconds Out yang menampilkan kolaborasi unik bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jujitsu UNAIR.

Pertunjukan yang seluruhnya ditampilkan menggunakan berbahasa Inggris tersebut berlangsung di Gedung Cak Durasim, Surabaya, pada Senin (1/12/2025). Pementasan Seconds Out mengangkat kisah Neil, seorang pemuda dari New York tahun 2000-an yang mencari tahu tentang ayahnya. Pencariannya membawanya pada pertemuan aneh dan melemparnya kembali ke masa lalu.

Adanya Genre Baru dan Kolaborasi UKM Jujitsu

E-NITE tahun ini berani keluar dari zona nyaman dengan memilih genre yang berbeda dari tahun sebelumnya. Produser E-NITE, Theresha Roidah Natania Marpaung, yang biasa disapa Eca, menjelaskan bahwa E-NITE dua tahun berturut-turut bergenre romansa dan di tahun ini mencoba genre baru biar lebih berwarna.

Sebenarnya tema kami adalah break the fourth wall. Ini dilakukan supaya lebih interaktif dengan penonton karena biar tidak membosankan, ujarnya.

Perbedaan mencolok lainnya pada E-NITE 2025 adalah kolaborasi dengan UKM Jujitsu UNAIR. Kolaborasi tersebut menambah hal baru dalam pementasan, yaitu dunia tinju. Eca menyebutkan bahwa kolaborasi ini dilakukan karena memang selaras dengan tema acara. Jadi kenapa kita memilih UKM Jujitsu UNAIR daripada UKM yang lainnya, karena UKM tersebut mendukung alur cerita kita dan merupakan bagian dari media partner kita, tuturnyanya. 

Persiapan dan Tantangan

Kesuksesan pementasan tersebut tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh tim di balik layar. Persiapan yang dilakukan ternyata memakan waktu yang cukup panjang, yaitu delapan bulan. Kemarin latihannya itu sudah dimulai dari April 2025, ungkap Eca. 

Menurut Eca, tantangan terbesar yang dia hadapi selaku produser adalah menggaet penonton.  Yang paling sulit bagi saya itu sebenarnya ya menargetkan audiensnya, mengingat genre tahun ini berbeda dengan yang lalu, pungkasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh EDSA UNAIR ini mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu quality education.

Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin 

Editor: Selly Imeldha

AKSES CEPAT