51动漫

51动漫 Official Website

Eksistensi EDSAMAN: Wadah Pelestarian Budaya Tradisional

Tari Saman merupakan salah satu budaya Indonesia yang mendunia. Tari Saman dikenal karena keunikan dari gerakan tangan, tepukan, dan nyanyian yang harmonis dengan tempo yang dinamis. Sarat akan nilai-nilai agama dan sosial, menjadikan Tari Saman sebagai salah satu kebanggaan yang menjadi identitas Indonesia. Berasal dari Aceh, popularitasnya sudah dikenal dan turut dilestarikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan di era modern ini, tidak berkurang sedikitpun pendidikan formal dan informal yang mengajarkan Tari Saman.

Menjawab hal tersebut, EDSAMAN, salah satu komunitas yang berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR), selalu menjaga presensinya sebagai satu-satunya komunitas Tari Saman di . Langkah aktif melalui komunitas ini cukup berhasil karena tak hanya menunjukkan wajahnya di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya saja, EDSAMAN juga berhasil dikenal di fakultas-fakultas lain. Buah dari penampilan-penampilan terbaik itu tentunya dihasilkan dari konsistensi kerja keras latihan oleh para anggotanya. Demi menjaga kekompakan, EDSAMAN rutin mengadakan latihan selama sekali dalam seminggu di hari Jumat yang berlokasi di ruang W.S. Rendra.

Komunitas yang didirikan sejak tahun 2011 ini tidak pernah sepi peminat. Bahkan hingga saat ini, anggota dari EDSAMAN tidak hanya berasal dari program studi Bahasa dan Sastra Inggris saja, melainkan dari seluruh Fakultas Ilmu Budaya dan dari fakultas lain. Melalui rekrutmen yang dibuka selama dua kali selama masa periode, EDSAMAN menarik anggota-anggota baru yang digadang menjadi generasi-generasi berikutnya.

Secara keseluruhan, pelestarian Tari Saman membutuhkan sinergi antara masyarakat, pendidikan, media, dan pemerintah. Melalui eksistensi EDSAMAN, diharapkan anggota-anggota

komunitas ini dapat berupaya untuk tidak hanya menjaga keindahan dan kekayaan budaya Indonesia saja, tetapi juga untuk memastikan bahwa Tari Saman tetap hidup dan dapat berkembang di tengah arus modernisasi. Dengan begitu, budaya yang telah diakui oleh UNESCO ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.

AKSES CEPAT