FIB NEWS “ 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) berhasil menggelar Ruang Temu Kreatif yang memberikan inspirasi dari alumni untuk masa depan. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (4/6/2025) di Ruang Majapahit, Tower ASEEC Kampus B 51¶¯Âþ.
Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara inspiratif dari kalangan alumni, yang membagikan perjalanan dan wawasan mereka di dunia kerja.
Prof. Dr. Purnawan Basundoro S.S., M.Hum. selaku dekan Fakultas Ilmu Budaya menyampaikan beberapa hal dalam sambutan pembukanya.
œPengalaman rekan alumni dapat berkontribusi untuk menyempurnakan kurikulum yang nantinya menjadi lebih relevan saat berkarier. Sejalan dengan hal tersebut, keberadaan internet dapat dimanfaatkan dengan bijak sebagai peluang baru untuk berkarier di dunia digital, ucapnya.
Menulis, Berkarya, dan Menembus Layar Lebar
Yoana Dianika, S.Hum. merupakan salah satu alumni FIB UNAIR, tepatnya alumni studi kejepangan. Yoana mengungkapkan bahwa kuliah saat itu cukup menyenangkan karena kegiatan mengulik dan membedah karya sastra Jepang membantunya meningkatkan kreativitas dalam menulis.
Yoana berkarier menjadi seorang penulis. Kegiatan menulis dilakukannya saat masih berada di bangku perkuliahan. Yoana memiliki impian untuk menerbitkan buku karyanya sendiri, menjualnya, bahkan melihatnya diadaptasi menjadi film. Keinginan itu bermula dari mimpi kecil yang membuatnya terdorong untuk meraihnya. Yoana juga sempat menjadi tutor untuk membagikan ilmunya.
Kegigihannya membuahkan hasil, beberapa bukunya menjadi best seller, bukunya sempat dipamerkan dan diterjemahkan di Malaysia, hingga ada titik beberapa bukunya difilmkan. Salah satu novelnya yang difilmkan, yaitu novel yang berjudul Tujuh Hari di Bila Mencekam.
Beberapa kolaborasi berhasil Yoana lakukan berkat kerja kerasnya. Yoana sempat berkolaborasi dengan Reef Hagag untuk acara Journey of The Backpacker di Trans7. Yoana juga berkolaborasi literasi bersama Kevin & The Red Rose dan menghasilkan sebuah novel horor. Belum puas menjadi penulis, Yoana pun membuat konten agar dirinya dapat lebih dikenal lagi.
œMenulis jangan hanya sekadar menulis, tetapi kembangkan sayap kalian agar dapat memberikan dampak lebih bagi lingkungan dan orang di sekitar. Cara kalian berpakaian tidak akan menjadi penghalang selama kalian bekerja keras. Carilah persona kalian dan jadilah diri sendiri, ungkap Yoana untuk para konten kreator pemula.
Yunika Fedianti: Dari Pengajar ke Konten Kreator Kecantikan
Pembicara kedua pada kegiatan ini ialah Yunika Fedianti, A.Md., biasa disebut Yuka dan merupakan alumni dari studi bahasa inggris FIB UNAIR. Yuka mengungkapkan bahwa perkuliahannya sangat menantang karena jurusannya sesuai dengan minat bakatnya.
œSaat kuliah, saya belum terpikir untuk menjadi konten kreator dan hanya ingin memiliki pekerjaan yang bagus. Pekerjaan awal saya sudah saya lakukan sebelum lulus perkuliahan, yaitu sebagai guru pengajar bahasa inggris di sebuah lembaga, ungkapnya.
Awal Yuka memulai kariernya menjadi konten kreator, yaitu saat Yuka menyadari bahwa dirinya menyukai hal“hal yang berhubungan dengan kecantikan wajah. Yuka memulai kontennya dari tahun 2018 hingga saat ini. Yuka membagikan beberapa saran bagi seseorang yang bingung untuk memulai dari mana apabila ingin menjadi seorang konten kreator.
œHal pertama yang harus dilakukan adalah mencari hal yang kalian senangi dan memiliki potensi peluang. Tentukan segmen pasar yang spesifik untuk membuat konten. Lalu tentukan tujuan kalian membuat konten, harus bermanfaat untuk orang lain ya, dan langkah terakhir adalah tentukan laman sosial media yang membuat kalian nyaman, ungkapnya.
Konten FIB UNAIR Gelar Ruang Temu Kreatif: Menyalakan Inspirasi dari Alumni termasuk dalam SDGs nomor empat, yaitu Pendidikan yang Berkualitas.
Penulis: Putri Andini
Editor: Arina Nida Arrusyda




